Mengenal Hati Sang Cinta

Mengenal cinta adalah perjalanan yg Takan pernah berakhir tanpa memberikan kenangan

Cinta adalah anugerah Ilahi. Cinta punya bahasanya sendiri. Selalu bergerak dari hati ke hati, yang nada mistisnya hanya cinta yang mengetahui. Karena itu, bila ada cinta di hati yang satu, pasti ada cinta di hati yang lain lagi. Demikian menurut sebait puisi Persia.

cinta terlalu sulit untuk didefinisikan, karna cangkupanmaknanya yang terlalu luas dan tak terbatas. Cinta berhubungan denganemosi, bukan dengan intelektual seseorang. Perasaan lebih berperandalam cinta daripada proses intelektual. Walaupun demikian cinta dapatdiartikan sebagai keadaan untuk saling mengerti secara dalam danmenerima sepenuh hati

Bersatu dengan orang lain adalah kebutuhan terdalam dari setiap manusia, kata Erich Fromm. Basis kedekatan adalah komunikasi. Karena setiap manusia sudah mengalami ketersendirian, maka mereka merindukan bisa bersatu dengan orang lain melalui cinta.

Menurut Eric Form untuk mengenal pasangan kita lebih dekat serta mencintainya lebihd dalam maka konsep cinta itu harus terdiri dari 4 unsur yaitu:
○ Care (perhatian); sangat diperlukan dalam prilaku yang disebutcinta agar dapat memahami kehidupan, perkambangan majumundur, baik burut, dan bagaimana kesejahteraan objek yangdicintai.
○Responsibility (tanggung jawab); tanggung jawab diperlukandalam menjalin hubungan. Sebab tanpa adanya tanggung jawabtidak akan ada pembagian yang seimbang. Tanggung jawab disinibukanlah untuk mendikte objek yang dicintai sekehendak kita, tapibagaimana keterlibatannya dalam kehidupan objek yang dicintai.
○Respect (hormat); hal ini menekankan bagaimana menghargaidan menerima objek yang dicintai apa adanya dan tidak bersikapsekehandak hati.
○Knowledge (pengetahuan); pengetahuan diperlukan gunamengetahui seluk beluk yang dicintai. Dengan demikian kita dapatmembidik target yang kita incar, dengan kata lain tak kenal makatak sayang. Bila objek yang kita bidik itu adalah manusia, makaharus kita kenali dan pahami bagaiman kepribadian

Tidak selayaknya seseorang menyepelekan dalam memilih sahabat, karena persahabatan memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi seseorang. Persahabatan dan cinta adalah kunci bahagia.

Rumah tangga bagaikan surga
Bila suami istri suka sekata.
Suami istri cinta agama
Perkawinan mereka akan sentosa.

Suami istri suka mengaji
Silang sengketa sukar terjadi.
Suami istri suka belajar
Silang sengketa akan terhindar.
(Sulaiman Yusuf)

Cinta Tanpa Syarat

Banyak yang bilang kalau cinta yang tulus adalah orang yang mau menerima belahan hatinya apa adanya. Sekali lagi, apa adanya. Apakah kamu pernah terbesit pertanyaan dalam hati, bagaimana rasanya menerima seseorang apa adanya dan seperti apa sih cinta tanpa syarat itu? Atau apakah cinta tanpa syarat itu hanya mitos yang dibuat-buat supaya kisah cinta seseorang nggak terdengar terlalu menyedihkan?

Seseorang yang mencintai segala kelebihannya. Ia mengerti orang yang dicintainya luar-dalam. Ia yang paling memahami keadaan orang yang dicintainya. Orang orang umumnya mengatakan ini adalah cinta tanpa syarat

Cinta ‘tak bersyarat’ memiliki arti bahwa seseorang tidak menghiraukan kondisi berkekurangan yang telah ada di kehidupan pasangan, seperti kekurangan fisik, disabilitas, status sosial dan lain-lain. Cinta tak bersyarat dapat dikaitkan dengan Triangular Theory of Love milik Sternberg, dengan kategori Companionate love yaitu cinta yang terdiri dari kedekatan secara emosional.

Menurut pakar, cinta itu buta, karena buta maka cinta itu tak bersyarat. Benar juga sih, sebab mendefinisikan cinta sangat sulit sesulit menebak hati wanita. Katanya ..
Benarkah cinta itu buta dan tidak bersyarat? Ternyata, tidak juga. Cinta kepada Allah, justru bersyarat, tidak buta, logis, mudah didefinisikan dan diaplikasikan. Allah berfirman:

“Katakan (Wahai Nabi): Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi). Maka, Allah akan mencintai kalian dan menghapus dosa-dosa kalian“. (QS. Ali Imran, ayat 31)

Seyogianya cinta adalah love is all, it gives all, it takes all.
Pun perlu diketahui bahwa cinta itu tidak melulu tentang kesenangan, cinta itu sangat dekat dengan penderitaan. Karena penderitaan adalah bagian paling penting waktu kita mau mengenali cinta. Mustahil kita mengalami cinta sejati kalau kita takut terluka. True love harus dialami dengan rasa sakit, sebab cinta yang sejati adalah cinta yang tak mudah menyerah, karena jika mencintai seseorang, maka kesusahan akan menjadi perekat cinta

Love Yourself : finding true love

Ketika orang-orang mulai lebih mencintai diri mereka sendiri setiap hari, sungguh menakjubkan bagaimana kehidupan mereka menjadi lebih baik. Mereka merasa lebih baik. Mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka punya uang yang mereka butuhkan. Hubungan mereka membaik, atau yang negatif bubar dan yang baru dimulai.

Ini adalah premis yang sangat sederhana — mencintai diri sendiri. Saya sering disindir karena terlalu sederhana, dan saya telah menemukan bahwa hal-hal sederhana biasanya yang paling mendalam.

Seseorang berkata kepada saya baru-baru ini, “Anda memberi saya hadiah paling indah — Anda memberi saya hadiah untuk diri saya sendiri.” Begitu banyak dari kita bersembunyi dari diri kita sendiri dan kita bahkan tidak tahu siapa kita. Kami tidak tahu apa yang kami rasakan, kami tidak tahu apa yang kami inginkan.

Hidup adalah perjalanan penemuan diri. Bagi saya, menjadi tercerahkan adalah masuk ke dalam dan untuk mengetahui siapa dan apa kita sebenarnya, dan untuk mengetahui bahwa kita memiliki kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik dengan mencintai dan menjaga diri kita sendiri.

Tidak egois untuk mencintai diri sendiri. Itu menjernihkan kita sehingga kita bisa cukup mencintai diri sendiri hingga mencintai orang lain. Kita benar-benar dapat membantu planet ini ketika kita datang dari ruang cinta dan kegembiraan yang besar secara individual.

Kekuatan yang menciptakan Alam Semesta yang luar biasa ini sering disebut sebagai cinta. Tuhan adalah cinta. Kita sering mendengar pernyataan: Cinta membuat dunia berputar. Semuanya benar. Cinta adalah agen pengikat yang menyatukan seluruh Semesta.

“To be beautiful means to be yourself. You don’t need to be accepted by others. You need to accept yourself.” ~Thich Nhat Hanh

Keputusan paling penting dalam hidup mu, yang akan memengaruhi setiap keputusan lain yang kamu buat, adalah komitmen untuk mencintai dan menerima diri sendiri. Ini secara langsung mempengaruhi kualitas hubunganmu, pekerjaanmu, waktu luangmu , iman yang kamu miliki, dan masa depanmu.

Jadi, mengapa hal ini sangat sulit dilakukan?
Merasa layak mengharuskan kita melihat diri sendiri dengan mata kesadaran diri dan cinta yang segar. Penerimaan dan cinta harus datang dari dalam.

Kamu tidak harus berbeda untuk menjadi layak. Nilaimu ada dalam sifat sejati dirimu sendiri, inti cinta dan kebaikan batin. Kamu adalah cahaya yang indah. Kamu adalah cinta. Kita bisa mengubur keindahan kita, tetapi tidak mungkin untuk dihancurkan.

Mencintai diri sendiri bukanlah peristiwa satu kali. Ini adalah proses tanpa akhir yang berkelanjutan.

Itu dimulai dengan merangkul dirimu dalam kasih sayang dan penghargaan kamu dengan caramu sendiri.

Bagaimana caranya merangkul hati kita sendir ? : berikut adalah tips dari heartenly

  1. Mulailah harimu dengan cinta (bukan teknologi).
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sangat berarti hadir di dunia ini sebelum bangun dari tempat tidur. Bernapas dalam cinta dan hembuskan cinta. Rangkullah dirimu dalam cahaya. Nikmati waktumu tanpa gedget tapi dengan rutinitas yg sangatkamu sukai
  2. Luangkan waktu untuk bermeditasi dan membuat jurnal.
    Luangkan waktu untuk fokus ke dalam setiap hari. Mulailah dengan meditasi lima menit dan jurnal lima menit setiap pagi. Tingkatkan waktu ini secara bertahap.
  3. Bicaralah sendiri dengan senang hati.
    Gunakan afirmasi untuk melatih pikiramu untuk menjadi lebih positif.
  4. jujurlah secara emosional.
    Lepaskan kebiasaan menekan perasaanmu sendiri. Belanja, makan, dan minum adalah contoh dari menekan perasaanmu, menghindari ketidaknyamanan, kesedihan, dan rasa sakit. Sadari perasaan dan emosimu sendiri.
  5. Perluas minat Anda.
    Mencoba sesuatu yang baru. Belajar sebuah bahasa. Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Lakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Kamu memiliki hak untuk hidup yang luar biasa.
  6. Nikmati aktivitas yang meningkatkan kehidupan.
    Temukan olahraga yang Anda sukai. Temukan makanan sehat yang baik untuk Anda. Matikan teknologi selama sehari dan habiskan waktu melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa hidup.
  7. Bersedia untuk menyerah.
    Tarik napas, rileks, dan lepaskan. Kita tidak akan pernah bisa menerka apa yang akan terjadi kedepannya. Berhentilah bertempur melawan diri sendiri dengan berpikir dan menginginkan seperti kehidupan orang lain atau coba orang lain yang berada di nasib ini .
Note : inspired by Joanna Platt Coaching 

Yuk Ta’aruf ! Jilid 2 – Jodohku –

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
Dan Jodoh adalah harmoni dari pilihan terbaikku dengan keputusan terakhir dariku
Karena pilihan tak ada yang sempurna, begitupun keputusan tak sepenuhnya terbaik

Hai sahabat, banyak sekali yang bertanya bagaimana caranya menjemput jodoh paling cepat atau bagaimana caranya menemukan pasangan yang tepat ?. Sebelum kita membahas tentang hal tersebut, bagi sahabat yang belum tahu tentang jodoh itu apa hehehee (biar hatimu adem kalau ada yang tanya mana jodohmu) yuk baca artikel kami sebelumnya tentang setapak takdir jodoh
Then, kita bahas yuk tentang serial jodoh selanjutnya. Yuk Taaruf !

Memang Urusan jodoh itu sering tak terduga. Yang disangka itu jodoh kita, eh…. malah pergi meninggalkan kita. Tapi justru yang tak diduga datang begitu saja. Setiap saya bertanya pada beberapa Sahabat yang sudah menikah, rata-rata mereka menjawab, “Gak nyangka, ternyata saya berjodoh dengan orang ini”. Ada yang baru kenal sebulan, seminggu, atau beberapa hari saja. Ada yang tak sengaja bertemu, namun berjodoh. Ada juga yang disengajakan untuk bertemu dan berjodoh. Beberapa kadang dipaksakan untuk berjodoh, walau tentu takdir-Nya yang akan menjawab.

Dalam Islam tidak ada kata yang spesifik menunjukkan jodoh tapi dalam Islam digunakan kata pasangan. Setiap manusia diciptakan berpasangan maksudnya laki-laki dan perempuan. Namun, diberikan kebebasan untuk memilih dan berikhtiar agar mendapat takdir yang terbaik.

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
seperti aku memilih bertemu denganmu diantara jutaan manusia
dan biarkan takdir yang memutuskan pernikahaan ataukah kematian yang menjadi akhir dari pertemuan ini.

Jodoh adalah masalah kecocokan jiwa Dan kesiapan untuk hidup bersama dalam suka dan duka Menerima kelebihannya, juga memaklumi kekurangannya Bukan titik yang menciptakan tinta, tapi tintalah yang menyebabkan titik. Bukan cinta yang membuat jadi cantik, tapi karena cintalah ia terlihat cantik Urusan jodoh itu sering tak terduga.

Pasangan itu akan hadir saat waktu yang tepat, tugas kita adalah memperbaiki diri agar mendapat pasangan yang terbaik. Jadi bukan masalah siapa jodoh saya atau kapan saya bertemu dengan jodoh saya tapi masalah mengapa saya bertemu jodoh saya dan bagaimana cara saya mendapatkan jodoh saya. Sehingga fokusnya adalah meluruskan niat bahwa apapun yang kita ikhtiarkan adalah dalam rangka ibadah kepada Allah dan pastikan bentuk ikhtiar kita tidak bertentangan dengan syariat Islam.

So, tinggal memilih, mau mendapatkan yang terbaik dengan memperbaiki kualitas diri atau mendapatkan ala kadarnya akibat ketidakseriusan kita. Sahabat pilih yang mana? Akan ada suatu masa kita mesti memilih dari beberapa pilihan untuk menjadi pasangan dalam kehidupan. Ia yang akan menua denganmu. Ia yang kau pilih menjadi belahan jiwamu. Ia yang akan menjadi patner hidupmu.

Maka, jangan kau pilih karena nafsu. Karena itu pasti semu. Kekayaan pasti sirna, kecantikan ada batasnya, kemahsyuran tak kan selamanya. Pilihlah karena taqwa, niscaya hidupmu akan mulia. Saat diuji kelapangan kau tak jumawa. Syukur senantiasa melingkari dada. Saat diuji kesulitan kau tak putus asa. Sabar senantiasa merasuk dalam jiwa.

Yuk Ta’aruf !

Ta’aruf berasal dari ta’arrofa yang artinya menjadi tahu, yang asal akarnya ‘a-ro-fa yang berarti mengenal-perkenalan. Mengenai makna dasar ta’aruf diperkuat dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-Hujurah ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ الله أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ الله عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Yang artinya:“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku lit a’ārafū (supaya kamu saling kenal)… sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi amah mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13).
Pengalaman menemukan makna cinta merupakan sebuah peristiwa pengalaman yang unik bagi individu. Erikson (Hall & Lindzey, 1993). Proses penemuan makna cinta dalam proses ta’aruf memiliki dinamika yang khas dan unik dibandingkan dengan proses pacaran pada umumnya menuju pernikahan. Menurut Hana (2012), ta’aruf adalah proses perkenalan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang calon suami atau istri. Sedangkan ta’aruf dalam bahasa arab artinya saling mengenal. Ta’aruf bertujuan untuk mengenal agama dan akhlak dari calon pasangan. Hal ini termasuk diperbolehkan dengan melakukan interaksi dengan syarat yaitu tidak berkhalwat, dan menjaga topik pembicaraan sehingga tidak membuka pintu perbuatan haram (Hasbullah, 2012).
Hidayat mengutip dari Sukamdiarti bahwa ta’aruf adalah komunikasi timbal balik antara laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal dan saling memperkenalkan diri. Fenomena ta’aruf yang didenotasikan suatu ritual pranikah adalah sebagai berikut:


a) Saling tukar menukar data diri sebagai perkenalan pertama, bahkan dengan bertukar foto masing-masing.


b) berjumpa pertama kali atau “melihat”. “melihat” inilah yang sebenarnya sesuai sunnah Nabi SAW, sebab Beliau SAW ketika salah seorang menyatakan akan menikah dengan si fulanah, beliau bertanya apakah sudah pernah melihat fulanah tersebut? Kemudian Beliau menganjurkan sahabat tersebut untuk melihatnya, dengan alasan: “karena melihat membuat engkau lebih terdorong untuk menikahinya”.


c) Proses dilanjutkan dengan “hubungan” dengan maksud memperjelas perkenalan, yaitu mungkin dengan surat menyurat, sms atau telepon atau pertemuan lain dengan komposisi yang sama.


d) Selanjutnya kedua pihak mulai melibatkan orang tua,


e) Jika sudah bicara teknis artinya sudah dalam proses menuju pernikahan.

Frankl (1963) mengemukakan bahwa cinta adalah tujuan tertinggi yang dapat dicapai manusia. Tujuan ini yang mendasari manusia untuk terus menemukan makna dari kehidupan yang dijalani. Individu dapat saling memberikan dukungan, saling membantu dalam mengatasi kesulitan bersama ataupun masing-masing, dan dapat saling meningkatkan keyakinan diri individu untuk menemukan makna hidup melalui cinta kasih (Iriana, 2005). Dengan mencintai orang lain, individu dapat membuat orang yang dicintainya menemukan maknanya sendiri dan dengan melakukan hal itu, individu sendiri menemukan makna bagi kehidupannya sendiri.
Cinta yang tersusun atas komitmen, keintiman dan hasrat menjadikan individu dapat menumbuhkan cinta pada pasangannya. Pencarian individu terhadap cinta dan pasangannya melalui metode ta’aruf dengan segala proses yang dijalani di dalamnya diharapkan dapat memunculkan nilai-nilai yang memberikan makna pada kehidupan individu. Hal tersebut yang mendorong ketertarikan peneliti untuk meneliti bagaimana penemuan makna cinta pada individu yang menikah melalui proses ta’aruf.

ZONA “NYAMAN” RUANG BERNAFAS CINTAMU

Zona nyaman seseorang atau yang sering kita kenal sebagai personal space tak bisa dipungkiri merupakan kebutuhan psikologis yang dimiliki setiap orang. Apakah orang orang tidak merasa terganggu kalau ada orang yang memasuki ruang pribadinya ?. Personal space bukan hanya berlaku pada larangan membaca buku harian seorang sahabat atau memaksa pasangan untuk memberitahukan password ponselnya. Bukan pula berlaku untuk aturan mengetuk pintu sebelum masuk ruangan bos atau mencuri lihat file file dan dokumen rekan kerja.
Ada aturan tak tertulis yang sudah dipahami di negara barat mengenai zona nyaman. Misalnya di Amerika, jika seseorang ingin menyendiri, mereka akan pergi ke taman sepi duduk di bangku kosong agar orang lain merasa risi duduk di sebelahnya. Mungkin berbeda di setiap negara dan budaya. Di Indonesia, mayoritas orang akan lebih nyaman berada di lingkungan yang ramai, seakan merasa takut kalau sendirian.
Terlepas dari budaya atau negaranya, setiap orang seharusnya menghormati orang lain, termasuk menjaga jarak zona nyaman setiap pribadi dirinya sendiri maupun orang lain agar kenyamanan dirinya dan orang lain tak ada yang terganggu. Yang jadi pertanyaan adalah apakah dalam hubungan percintaan personal space masih diperlukan ?
Apakah sepasang suami-istri masih memiliki hak tentang zona nyamannya masing masing ?
Apakah menjaga jarak zona nyaman masing masing masih dibutuhkan dalam relasi percintaan?
Meski Anda dan pasangan sudah menikah, zona nyaman sangat penting dalam hubungan dan diperbolehkan. Zona nyaman tidak akan merusak hubungan Anda dan pasangan asalkan disepakati secara bersama-sama. Dengan adanya personal space yang telah disepakati satu sama lain tandanya
Anda menghormati dan menghargai batasan pribadi masing-masing. kita juga harus menyadari hakikat kita sebagai makhluk sosial, dimana kita hidup di dunia pasti membutuhkan manusia lain.Karena kita saling membutuhkan, maka kita pun harus saling menghormati satu sama lain. Kamu nggak punya hak apa-apa untuk membatasi zona nyaman orang lain. Yang kamu punya adalah kewajiban untuk menghormati orang lain.
Anda dan pasangan bisa saling berdiskusi kira-kira batasan seperti apa yang perlu dihormati satu sama lain. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan sama-sama merasa aman, didukung, dan diterima. Namun, batasan privasi ini harus dibicarakan dan disepakati oleh kedua belah pihak tentunya.

Cinta Mars & Venus

Sebuah buku populer berjudul Men Are Fron Mars, Woman Are From Venus yang ditulis oleh Jhon Grey memberikan kita ilustrasi bagaimana uniknya komunikasi dua dunia yang berbeda. Buku Jhon banyak berisi berbagsi saran untuk meningkatkan hubungan antara pria dan wanita melalui pemahaman gaya komunikasi dan kebutuhan emosional lawan jenis.
Dalam berkomunikasi, Mars akan cenderung to the point dan umumya akan mendengarkan jika percakapan memang berbobot ada isinya. Tetapi sebaliknya venus berkomunikasi dengan sebuah nada, yang terdengar seperti dramatis ditelinga mars. Venus sangat senang mengungkapkan perasaan yang menjadikannya senang berbicara banyak. Katanya Mars senang kemampuannya diakui sedangkan venus jauh lebih senang ketika perasaaannya dihargai.
Intinya venus cewek tak pernah mementingkan kemampuan, sedangkan cowok tidak memetingkan sebuah perasaan. Mars suka bekerja sendiri, tidak suka menerima bantuan jika tidak diminta. Naluri mars cenderung mendorong dirinya mengurus diri sendiri dengan mandiri bahkan jika itu harus mengorbankan orang lain. Maka tak heran jika cowok sang penghuni mars asli mayoritasnya akan membenci melakukan hal hal yang dituntut, kritik, atau hal apapun yang merasa seolah seperti budak. Itulah naluri laki laki. Sedangkan venus, justru mengharapkan untuk selalu diperhatikan. Perempuan akan selalu senang jika seseorang ikut campur membantu hidupnya. Terlebih mayoritas venus akan selalu berharap orang yang dicintainya akan memperhatikan sertaikut campur dalam hidup venus tanpa diminta olehnya.
Uniknya komunikasi makhluk dari dua planet ini tak pernah berhenti. Meski berbeda asa dan cara tapi pada dasarnya keduanya saling membutuhkan. Itulah manusia, hanya egonya saja terlalu tinggi untuk mengakuinya. Mars akan selalu mencari venus ketika ia membutuhkan sebuah dukungan karena hanya venus yang bisa memberikan mars kepercayaan, penghargaan, kekaguman, dan kasih sayang.
Memang dibutuhkan kompromi dan perubahan dari kedua makhluk planet mars dan venus ini untuk mengerti satu sama lain. Venus yang bisa berbicara bahasa Mars , begitu pun sebaliknya adalah kode etik ideal dalam menjaga hubungan yang lebih baik. Bahkan hubungan Mars-Venus ini bisa bertahan serta akan menjadi hubungan cinta yang dewasa dan lebih harmonis.

C,Ms. 2011. Ms Complaint’s Therapy. Yogjakarta ; B first.

Love you, fool !!!

Cobe cek deh apa benar kita mencintai seseorang sampai mentok atau hanya cinta yg bego ?. dan apakah cinta dia layak kita perjuangkan ataukah sebaiknya dilepaskan ? Ukurannya sederhana ternyata sahabat heartenly.  Cinta kamu atau cinta dia terhadapmu termasuk yg romantis, realistis, materialistis atau hanya sekedar just for fun ?. Dalam buku klasik J.A.Lee, berjudul Colors of Love, ada enam jenis hubungan berlabel cinta. Let us discribe one by one :


Eros Love : ini adalah cinta pada pandangan pertama yang didapatkan karena adanya chemistry kebutuhan yang terpenuhi. Maksudnya adalah tentang cinta yang hanya berdasarkan keuntungan pribadi. ketika kita mendapatkan sesuatu baik itu kesenangan fisik maupun emosional maka kita cenderung mengatakan itu adalah cinta padahal hanya sekedar kepuasan sesaat atau hanya sebatas suka bukan cinta. Contohnya I love you because you make me happy, itu kan inti maknanya adalah tetpa tentang diri sendiri. Manfaatnya hanya ke diri sendiri. Banyak dari para pecinta eros ini dengan gampang mengucapkan I love you pdahal sebenarnya adalah baru tahap I like you. Inilah cinta eros. Umumnya, pacaran dengan dasar cinta eros seperti ini cenderung tidak realistis dan terlalu berfantasi.

Ludic Love : semua tentang permainan cinta tanpa akhir, hingga tanpa ikatan. Berbohong, penghianatan adalah sifat para fun Ludic ini. Yang terpenting ia mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia akan menghalalkan segala macam cara dan sikap buruk sebagai manusia. Para Ludic akan merasa bangga menggandeng pacar baru cuman untuk memanas manasin gebetan yang gak berhasil didapatnya atau mantannya. Parahnya lagi hanya karena takut dianggap jomblo, maka ia rela mati matian mengejar siapapun.berapapun jumlah orgnya yang penting tembak sebanyak banyaknya.

Storgic Love : cinta yang didasakan dengan persahabatan. Para storgic ingin dan selalu memperlakukan oarang yang dicintainya sebagai sahabat terbaiknya yg bisa diandalkan dan dipercaya. Ini adalah cinta seseorang yang benar benar jujur, terbuka, nyaman, dan bersifat lebih awet jangka panjang. Jika ingin mencapai frase cinta seperti ini dibutuhkan komitmen diantara keduanya bahkan komitmen dengan diri sendiri.

Pragmatis Love : ini adalah mengenai cinta yang sangat rasional. Semua harus selalu direncanakan serta diperhitungkan. Hubungan yang saling menguntungkan adalah landasannya. Give and take. Para pecinta pragmatis biasanya berfikir rasional, praktis, realistis tentang harapan dan bagaimana memperlakukan pasangannya. Memang efeknya seolah kurang romantis.

Maniac Love : semua mengenai cinta yang obsesif atau posesif. Selalu dipenuhi cemburu, ikatan yang ekstrem hinga rasa kepemilikan yang egois. Umumnya semua ini terjadi karena para maniac sering memiliki harga diri yang rendah, cemas atau merasa tidak aman dalam hubungannya sendiri dengan pasangannya. Perasaan negatif yang demikianlah yang memungkinkannya untuk melakukan sesuatu yang sangat gila atau bodoh hanya demi mencegah ketakutannya.

Agape Love. : ini mengenai cinta dengan tingkatanpaling tinggi. Cinta pengorbanan, setia, sabar, percaya. Yakni Cinta Tanpa Syarat. Seseorang yang rela berkorban demi pasangannya, memafkan kesalahan yang dicintainya dan berdoa agar orang yang dicintainya berubah menjadi lebih baik, meski menderita Para Agape akan tetap bertahan demi cintanya. Cinta agape yang suci hanya bisa dilihat dari cinta ibu terhadap anaknya atau cinta dua insan manusia dengan landasan spiritual, cinta karena Tuhannya. Namun cinta agape yang menyimpang bisa menjadi berakhir pada cinta obsesif dan posesif (maniac love).

Bagaimana sahabat, termasuk tipe yang manakah Cintamu ?

3000 KONFLIK CINTA

Pernikahan bahagia nan idaman sejatinya pasti menghadapi konflik didalamnya. Bagi barisan jomblo (QS 24:30-31), konflik terberat yang menciptakan kegalauan berkepanjangan yakni mengenai jodoh dan pernikahan (QS 24:33). Sementara bagi sejawat pasutri, justru “ pernikahan” jauh lebih kompleks menjadi sebuah konflik baginya terlebih jika terjadi kesalahan paradigma dalam memaknai pernikahannya. Terbayang baginya konflik selalu mencekik di setiap sudut pernikahannya : mencapai kesuksesan berumah tangga yang mendukung pekerjaannya, membesarkan anak-anak menjadi sukses dgn pandangan duniawi, hingga bagaimana menghadapi perbedaan dan kebosanan perasaan serta rutinitas semata-mata menjadi konflik dimata mereka yang semakin menyiksa karena parameter yang digunakannya pun ukuran duniawi yang bertopang pada budaya hedonis serta materialis (QS 25:43-44).

            Menurut Michael Gurlan dalam salah satu karyanya mengenai pola pemikiran laki-laki yang telah menikah yang sebelumnya ia mengumpulkan data penelitian hingga didapatkan gambaran bahwa selama 20 tahun terakhir, bagi dua sejawat pasutri pasti akan mengalami premis-premis konflik dalam setiap plot alur drama kehidupan keluarga; ada yang mampu menyelesaikan kisah drama keluarganya hingga plot ending terakhir namun jutru tidak sedikit yang stagnan dan terjerumus berhenti dalam plot dramanya tanpa dapat menyentuh yang menjadi ending alur kisah tersebut yang mana mayoritas ini ialah yakni yang memilih perceraian untuk berhenti di plot kisahnya tanpa sedikitpun menoleh bagaimana ending kisah keluarganya padahal jika saja ia berkeinginan kuat serta sabar, hanya butuh selangkah nyata menhadapi premis konfliknya maka ia terselamatkan dalam mengarungi drama keluarganya.

“Respectful communication under conflict or opposition is an essential and truly awe-inspiring ability.”

Potensi konflik diantara duan insan yang akan selalu bertemu setiap detiknya tentu memang sangatlah besar menggema. Rasa saling memahami tidak mungkin direngkuh dengan kilat secara otomatis setelah resmi akad nikah terucap. Maka sejatinya inilah dunia kenyataan, drama kehidupan yang sesungguhnya bukanlah semata sebuah skenario dramturgi duniawi. Perbedaan yang menjadi penyebab konflik inilah yang dalam pernikahan sesungguhnya suatu konflik adalah sebuah keniscayaan.

Dramaturgi yang diusungkan oleh Goffman (1959) dalam sebuah jurnalnya selayaknya sangat membatu menjelaskab fenomena bagaimana carut-marutnya topeng peran front stage yang dimainkan setiap individu manusia yang sangat egosentris tanpa memikirkan dampak dari permainan panggungnya pada masyarakat. Peran front stage tersebut pula yang terkadang menjadi pemicu trigger konflik dalam sepasang suami istri. Keterbukaan serta kejujuran diantara kedua sejawat pasutri akan menebalkan topeng front stage keduanya atau salah satu diantara mereka yang dalam posisinya justru merugikan “kerjasama” tim dalam keluarga. Saat pasangan mengetahui bagaimana back stage yang sebenarnya kemudian diselubungi dengan perasaan seolah dibohongi, dikhianati, serta meresa sebagai “korban” maka perkara kecil pun akan berpotensi menjadi trigger konflik peperangan maha dahsyat dalam keluarga.

            Keharmonisan dalam pernikahan adalah bukan perihal pernikahan yang tiada konflik satupun, namun sejatinya kondisi dimana kedua sejawat insan ini mampu menangani konflik yang muncul secara dewasa. Maka turbulensi yang menimpa pesawat rumah tangga kita seiring kita belajar dan bersabar bersama dalam menangani konflik akan kembali pada kondisi normal hingga seolah sudah tak terasa lagi goncangannya.

            Intinya, setiap hal tentunya membutuhkan proses. Mesin yang menciptakan barang instan pun memerlukan proses bagaimana merangkai hingga menghidupkan mesin tersebut. Begitu juga dengan pernikahan, jika kita mengabaikan pernikahan dan enggan menghadapi konflik hingga lebih memilih menghindar lari, niscaya bahtera rumah tangganya pun tetap berposes namun ironinya berproses pada kenyataan-kenyataan yang tidak diinginkan. Sama halnya dengan jika kita menghargai dan menyadari pernikahan hingga paham bagaimana bersabar dan belajar dalam menghadapi konflik yang terjadi, maka kebaikan yang Allah janjikan dalam pernikahan akan selalu hadir menemani hingga menjadikan perjalanan bahtera tersebut terasa manis, tentunya konflik tak berhenti hanya saja kedua insan tersebut jauh lebih dewasa dalam berjalan beriringan.

Logika Al-Quran menghadirkan kepada manusia bahwa konflik dibahasakan dengan kata aduw (permusuhan, pertentangan, konflik) yang digemakan 34 kali dalam Al-Quran yang memiliki makna substansi menyangkut proses konflik. Al-quran dengan jelas memberikan gambaran konflik khususnya konflik antar manusia yang sejatinya menjadi bahan dasar paradigma yang akan kita bentuk dalam menghadapi konflik (QS 10 :90, 2 : 36, 4:62).

karakter yang mendasari manusia tak dapat dihindari bagaimanapun juga ialah mengenai potensinya untuk mengalami konflik. (QS 18: 54). Bahkan menurut ibnu abbas, tiada sesuatu pun yang memiliki kecenderungan amat keras dalam konflik selain manusia. Bebagai potensi yang berbeda bahkan saling berlawanan dan bertabrakan selalu akan menjadi pemicu munculnya dinamika konflik. Sedangkan manusia sudah dipastikan tidak dapat mengelak dari ke-khas-an individu yang beraneka ragam.

Menurut Prof Agus Safei(2008) dalam salah satu karyanya mengungkapkan bahwa untuk itu Al quran memberikan jalan solusi dengan langsung berpusat pada akar masalahnya, yakni dibutuhkannya tanggungjawab dan cinta dalam mengikat konflik. Maknanya bahwa anugerah perbedaan status dan potensi yang dimiliki setiap pribadinya akan dipertanggungjwabakan dan bukan perkara yang patut untuk disandingkan sebagai perbandingan yang sejatinya justru untuk memberi, melengkapi serta saling menasehati (QS 103:1-3).

Langkah Pertama Menjemput Belahan Jiwa

Happy couple just married

Hi sobat Heartenly, kami memberikan beberapa tips untuk menjemput belahan jiwa. Yuk cek ulasannya dibawah ini! Semoga membantu 😊

Bagi barisan jomblo, konflik terberat yang menciptakan kegalauan berkepanjangan yakni mengenai jodoh dan pernikahan. Sementara bagi sejawat pasutri, justru “pernikahan” jauh lebih kompleks menjadi sebuah konflik baginya terlebih jika terjadi kesalahan paradigma dalam memaknai pernikahannya. Terbayang baginya konflik selalu mencekik di setiap sudut pernikahannya : mencapai kesuksesan berumah tangga yang mendukung pekerjaannya, membesarkan anak-anak menjadi sukses dgn pandangan duniawi, hingga bagaimana menghadapi perbedaan dan kebosanan perasaan serta rutinitas semata-mata menjadi konflik dimata mereka yang semakin menyiksa karena parameter yang digunakannya pun ukuran duniawi yang bertopang pada budaya hedonis serta materialis (QS 25:43-44).

Potensi konflik diantara duan insan yang akan selalu bertemu setiap detiknya tentu memang sangatlah besar menggema. Terlebih manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala keunikan serta perbedaannya. Dua sosok bersaudara kembar identik saja memiliki karakter yang berbeda dengan segala keunikannya. Maka mencari pasangan yg mirip karakternya dengan kita seperti membeli karya lukisan terkenal dari pelukis yang telah meninggal. Takan pernah kita dapat menemukan seseorang yang sama. Oleh karena itulah pernikahan sejatinya merupakan proses kita menemukan seseorang yang bersedia saling melengkapi, mau menurunkan egonya untuk memahami kita hingga bersedia membagi rasa sakit satu sama lainnya.

Seorang laki-laki yang menyadari kualitas dirinya tidak terlalu baik saja tetap mengharapkan dapat menemukan seorang istri yang baik nan solehah. Maka sejatinya cara apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan jodoh secepatnya adalah cobalah ambil waktu disela rutinitas kesibukanmu untuk mennggunakan cermin kejujuran.

  1. Cermin Kejujuran

Kita sering mendengar perkataan “ jangan banyak kriteria mencari pasangan toh dek nanti kamu lama lakunya”, “jangan lama lama milih ka, nanti tau tau udh tua aja umurmu nanti makin ribet lagi kamu susah milih” . lantas apakah benar semua prasangka tersebut ?.

Begini, pada dasarnya sebuah keinginan tidak ada standar benar atau salahnya karena keinginan atau mimpi tentu bermula untuk tujuan yang baik kan. Hanya saja terkadang yang menjadi sebuah kesalahan adalah cara kita mewujudkan mimpi tersebut dan waktu serta tempat bagaimana kita mewujudkan keinginan tersebut menjadi kenyataan. Contohnya, coba bayangkan jika keinginan atau mimpi kita ingin memiliki mobil kita wujudkan dengan mencuri ? tentu sangat salah besar bukan hehehe. Atau keinginan mendapatkan sahabat yang mengerti dan baik di tempat kerja, tetapi selama kita bekerja tak pernah sedikitpun kita mencoba berbuat baik kepada semua orang atau kita sendiri tak pernah mau mengerti orang lain. Apakah keinginan tersebut akan tercapai ? jawabannya sudah pasti tidak.

Perkara menemukan pasangan ideal pun demikian. Hal yang wajar jika kita memiliki keinginan dengan menetapkan standar. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah tahukah kita tujuan semua standar itu nantinya untuk apa ? tujuan standar yang kita tetapkan apakah memiliki untuk kebahagiaan pernikahan ataukah hanya untuk kepuasaan rasa pamer dan ego semata?. Contohnya jika kita menetapkan standar ingin menikah dengan perempuan pintar bersosial, cantik, wanita karir. Tentu ini bukan sebuah keinginan yang salah dan pasti ada wanita yang memenuhi kriteria demikian. Hanya saja ternyata setelah menikah ternyata kemampuan istrimu mampu membuat dirinya dapat bergaul dengan baik dan memiliki banyak tetangga yang care serta lebih sibuk dibandingkan dirimu dan kau tidak menerimanya. Egomu terusik. Kamu berharap ia hanya diam dirumah tidak perlu ikut kegiatan komplek di rumah dll. Lantas untuk apakah standar engkau memilihnya karena kemampuan sosialnya ? kalau begitu apakah standar yang engkau tetapkan sebelum menikahinya hanyalah sebuah ego semata demi dapat menyombongkannya kepada orang lain ?.

Sekali lagi, bagi para pejuang hati yang sedang mendambakan dapat menemukan belahan jiwanya cobalah sejenak ambil waktu rehat kita untuk memikirkan apa tujuan dari standar kita ? kriteria calon pendamping yang baik adalah yang engkau sendiri mengetahui tujuan, visi serta misi dari standar dan kriteria yang telah engkau tetapkan. Jika hatimu menginginkan calon seorang sarjana, maka akal mu faham dan mengerti alasan serta kelebihan sebuah gelar sarjana yang kau butuhkan dalam membangun sebuah keluarga. Jika hatimu condong pada ia yang pandai berkespresi dan komunikasi yang baik, maka akal dan nalurimu siap menerima kekurangannya yang cerewet dan seolah merupakan kecerian dalam keluarga bagimu bukan sebuah omelan.

Inilah yang kita maksud dengan “Cermin Kejujuran”. Andaikan sebuah item yang dimiliki dalam dongeng putri salju ini nyata maka item ini layak menjadi benda wajib dimiliki setiap individu karena sungguh kejujuran tentang diri sendiri jauh lebih sulit nan rumit dibandingkan jujur kepada orang lain.

Jadi jika kita merasa seolah berada dijalan buntu untuk move on dari orang yang telah menyakiti hati kita selama ini, jika kita bingung bagaimana cara menjemput jodoh kita maka hal pertama yang dapat kita lakukan adalah cobalah buat cermin kejujuran untukmu sendiri. Cermin ini kelak akan menjadi lentera yang akan membantu kita harus berjalan kearah mana untuk mencapai tujuan tersebut. 

Lantas bagaimana menemukan atau menciptakan cermin seperti ini ?. Cermin kejujuran sejatinya adalah tekad dan upaya kita memperbaiki diri demi mendapatkan seseorang yang pula lebih baik. Bukan berarti orang jahat atau buruk tidak mungkin mendapatkan orang yang jauh lebih baik hanya saja, jika dalam dirinya tidak ada tekad dan upaya memperbaiki diri maka standar setinggi apapun yang ia usahakan untuk diraihnya takan pernah mampu ia gapai.

Kita bisa memulai dengan mencatat seluruh keinginan. Keinginan atau mimpi yang hanya angan angan adalah jika selalu kita abaikan dengan melupakannya atau tidak mengikhtiarkannya. Maka sebaik-baik langkah pertama mewujudkan keinginan dan mimpi adalah tulislah. Tulislah dalam sebuah kertas keinginanmu tentang ia yang kau harapkan menjadi jodoh. Tulislah dalam doa bagaimana harapanmu tentang jodohmu. jika kita hanya menulis keinginan dan melihatnya saja terus tentu mimpi atau keinginan tersebut takan pernah bergerak menjadi kenyataan maka Selanjutnya tulislah kemampuan mu saat ini yang mendukung harapanmu atau tulislah kelebihanmu serta kekuranganmu. Tujuannya agar kita dapat bercermin apakah keinginan kita mampu kita raih saat ini jam ini dengan kemampuan kita yang hanya demikian ?. Tentu sahabat bukan berarti jika kita tak mampu maka takan pernah bisa mewujudkan harapan tapi justru dengan menyadari kekurangan kita maka kita akan bergerak dan berupaya. Contohnya harapan kita ingin mendapatkan suami yang baik agamanya sedangkan kemampuanku hanya menjalankan solat saja, mengaji pun masih tak lancar. Maka setelah kita menyadari ini jika keinginan kita kuat setidaknya hati serta kaki ini akan bergerak untuk belajar mengaji dan siapa sangka mungkin dalam perjalanan belajarmu engkau akan dipertemukan oleh Allah dengan jodoh yang kau maksud dalam tulisanmu. Tuhan maha melihat segala upaya yang telah kita usahakan.

Di samping itu, kita bisa meminta seseorang yang jauh lebih dewasa yang kita hormati atau seseorang professional dibidangnya seperti coaching, konselor, psikologi atau guru agama untuk membantu kita menjadi cermin kejujuran. Setidaknya dengan ilmu dan pengalaman mereka tentunya kita akan dibantu berubah menjadi lebih baik dan dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik.

Tentu namanya sebuah perjalanan tak cukup ditempuh hanya dengan sebuah langkah saja. Tetapi tanpa langkah pertama maka perjalanan sedekat apapun takan pernah dimulai ataupun terwujud bukan?. Dengan menempuh langkah pertama ini, kita telah membuktikan bahwa kita benar benar serius ingin menjemput belahan jiwa untuk menyempurnakan kebahagiaan kita. Tips dan untuk langkah langkah berikutnya dalam menjemput belahan jiwa silahkan tunggu artikel dari kami Heartenly .