Kapan Aku Menikah ?


Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage.” 
― Lao Tzu

Islam mensyari’atkan pernikahan untuk membentuk mahligai keluarga sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan hidup. Islam juga mengajarkan pernikahan merupakan suatu peristiwa yang patut disambut dengan rasa syukur dan gembira. Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih.

Di dalam Fiqh para ulama menjelaskan bahwa menikah mempunyai hukum sesuai dengan kondisi dan faktor pelakunya. Hukum tersebut adalah (As-Sayyid Sabiq, 1973:15):

  1. Wajib
    Bagi orang yang sudah mampu menikah, nafsunya telah mendesak dan takut terjerumus dalam perzinaan, maka ia wajib menikah. Karena menjauhkan diri dari perbuatan haram adalah wajib
    Allah berfirman dalam QS An-Nur 33:

لْيسشََََُِِِِِّْ َّيْغَِ َِِِْ و َ َتعفف الين ل يدون نكاحا حت ُ نيم ا َّ ُل من فضله
ًَََ

Artinya : “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.”

  1. Sunnah
    Bagi orang yang nafsunya telah mendesak dan mampu menikah, tetapi masih dapat menahan dirinya dari perbuatan zina, maka sunnah baginya menikah. Nikah baginya lebih utama daripada bertekun diri beribadah.
  2. Haram
    Bagi seseorang yang tidak mampu memenuhi nafkah batin dan lahirnya kepada istri serta nafsunyapun tidak mendesak, maka ia haram menikah.
  3. Makruh
    Makruh menikah bagi seseorang yang lemah syahwat dan tidak mampu memberi belanja kepada istrinya. Walaupun tidak merugikan istri, karena ia kaya dan tidak mempunyai keinginan syahwat yang kuat
  4. Mubah
    Bagi orang yang tidak terdesak oleh alasan alasan yang mengharamkan untuk menikah, maka nikah hukumnya mubah baginya.

Sumpah Pemuda Atas Nama Cinta

“It is not a lack of love, but a lack of friendship that makes unhappy marriages.” 
― Friedrich Nietzsche

Suatu malam Dewi bermimpi:

Ia dibonceng Albert bersepeda

Lepas gembira melewati sawah dan bukit. Inikah pertanda mulai bersemi cintanya?

Semakin lama semakin deras perasaan sayangnya, Tapi sejak mulai disadarinya juga:

Mereka berlainan agama.

Siapa gerangan yang akan memisahkan cinta remaja?

Mengenali perasaan cinta saja belum dapat membuat kita mampu mencintai karena kita seringkali salah dalam mengartikan perasaan cinta kita. Seorang anak bisa merasa orangtuanya tidak mencintainya ketika memaksa dirinya untuk pergi ke dokter gigi yang sangat ia benci. Padahal orangtuanya melakukan hal tersebut dengan penuh cinta supaya anaknya dapat segera sembuh.

Orang-orang yang sedang jatuh cinta mempunyai kadar cinta yang berbeda-beda, ada yang sangat intim dan mesra, tetapi tidak jarang terlihat pasangan tersebut sering bertengkar bahkan ada yang bercerai walaupun sudah menikah. 

Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepriba- dian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Kisah pada setiap orang bera- sal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apa- kah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Maka sejatinya cinta tetaplah harus menapak naluri berlandaskan logika.

Bolehlah kita terbuai oleh sebuah rasa atau terhanyut dalam kebahagiaan yang dihadirkan hormon endorpin dari sebuah kata cinta tetapi tetaplah ingat bahwa keputusan atas nama cinta tanpa komitmen akal hanya akan menguap dan hilang.  Janji janji atas nama cinta tanpa saksi hanya akan saling menyakiti. Hingga Ikrar Sumpah atas nama cinta tanpa keimanan hanya akan berakhir tanpa kenyamanan.  

Tahap Tahap Cinta

Pacaran yang dijalankan oleh kedua individu bukan hanya sekedar perasaan saling menyukai, tetapi bagaimana kedua individu tersebut dapat saling berbagi dan menerima keadaan satu sama lain.

Abraham Maslow berpendapat, individu yang menjalankan pacaran akan mendambakan hubungan yang penuh kasih sayang dan cinta kepada orang lain dan individu akan berusaha untuk mencapai hubungan tersebut. Jika dikaitkan dengan teori psikoseksual dari Sigmun Freud, masa-masa pacaran termasuk pada tahap kelima yaitu tahap genital yang fokus pada kematangan alat reproduksi individu.


Menurut Ibn Taymiyah (1978) cinta mempunyai tahap-tahap tertentu.

Tahap paling awal disebut sebagai al-‘Alaaqah, kemudian diikuti oleh al-Sababah, al-Gharam, al-‘Isyq dan yang tertinggi adalah al-Tatayyum.

Al-‘Alaaqah merujuk kepada hubungan hati terhadap perkara yang dikasihi. Sementara al- Sababah pula berkaitan dengan perasaan halus yang cenderung kepada sesuatu perkara itu. Manakala al-Gharam pula bermaksud cinta yang berterusan terhadap sesuatu.

Al-‘Isyq pula adalah kebergantungan hati terhadap sesuatu yang dicintai. Peringkat yang tertinggi iaitu al-Tatayyum pula bermakna menghambakan diri sepenuhnya terhadap sesuatu yang dikasihi itu (Ibn Taymiyyah 1978).

Dalam konteks ini al-Tatayyum adalah sama erti dengan istilah al-Ta’abbud (Ibn Abi al-Izz 1987). Selain dari itu terdapat juga istilah-istilah lain yang dikaitkan dengan cinta. Antaranya adalah seperti istilah al-Syaghaf (Ibn Abi al-Izz 1987). Ia merupakan perasaan cinta yang sampai ke penutup pintu hati. Maksud ini disebut oleh Allah di dalam surah Yusuf, ayat 30 yang bermaksud:


Sesungguhnya cintanya terhadap anak muda itu (nabi Yusuf a.s) adalah sangat mendalam”.

Undercover Setapak Takdir Jodoh

Jodoh, Satu kata yang takan pernah berhenti untuk diperbincangkan. Satu topik yang akan selalu menarik untuk dibahas sepanjang masa. Satu harapan yang sejagat manusia selalu didengungkan dalam doa setiap harinya. Jodoh,kedatangannya yang sangat di- nanti terutama bagi yang masih sendiri, mengundang begitu banyak tanya dalam hati, ka- pankah ia akan datang..?? Akan sesuaikah dengan keinginan pribadi dan harapan keluarga besar..??
Sebenarnya, Jodoh tak sebatas tentang cinta, Jodoh bukan hanya tentang pernikahan, Jodoh adalah takdir tuhan yg telah digariskan akan kamu dapatkan setelah jerih usaha. Bukannya perkara jodoh hanya Tuhan semata, namun ada gerak individu untuk meraihnya. Mendapatkan jodoh bukan karena cantik, kaya, miskin, tmpan, cantik, cacat, bedah keyakinan, budaya, berpendidikan tetapi persoalan tersebut misteri. Toh! Pada kenyataanya banyak orang memiliki pasangan yang cantik,kurang cantik, kaya, miskin dan lain-lain. Jodoh bukan karena identitas, jodoh adallah cocok-mencocokkan antara yang satu individu dengan yang lain. Walaupun sesungguhnya ada kuasa ilahi yang mengaturnya sebab setiap perkara kehidupan kita pasti ditentukan oleh sang penentu perkara. Namun, perlu juga diingat satu hal bahwa individu bisa menentukan jodohnya. Mungkin bahasanya yang sederhana menghadirkan jodohnya, menerima jodohnya, ikhlas dengan jodohnya. Lagi-lagi hal tersebut merupakan rahasia sang penentu jodoh.
Jodoh seperti rizqi, ia telah di- tentukan oleh Allah SWT, namun kita tidak tahu apa yang yang telah ditentukan olehNya, dengan berpegang pada hakekat itu, kita diperintahkannya untuk berusaha, carilah jodoh yang baik, rizqi yang baik dengan jalan yang baik pula. Siapa jodoh kita..?? Berapa ban- yak rizqi kita..?? Itu semua bukan wewenang kita, itu semua keten- tuan Allah yang sudah tertulis dan tersimpan rapi di Lauh Mahfudz, milik kita hanyalah usaha. Maka apa apa yg telah kau usahakan maka itulah jodohmu.
Sejatinya, Jodoh bermakna takdir baik yg telah kita usahakan maka sahabat yang kau kenal dan selalu bersamamu duka maupun suka selama ini adalah jodoh, pekerjaan yang dpt kau raih setelah berusaha melewati berbagai tes dan wawancara adalah jodohmu. Seseorang yg kau temui dijalan membantumu tatkala kendaraanmu mogok, ia adalah jodoh. Guru yang kau miliki mampu mengajarimu hingga kamu menjadi manusia yang berwibawa dengan ilmu adalah jodoh. Ya jodoh adalah takdir. Seluruh takdir baik yg Tuhan telah tuliskan untukmu dan ia akan hadir kehadapanmu bergantung pada bagaimana yg telah kau lakukan. Cobalah sejenak kita merenung, tak mungkin ada seseorang yang dengan senang hati tanpa pamrih dan ia tergerak hatinya membantu dirimu memperbaiki kendaraan disaat hiruk pikuknya dunia dan kesibukannya. Maka berarti diayang digerakan Hatinya untuk membantumu adalah takdir baik dari Tuhan untuk membantumu dan takdir ini hadir karena usahamu berbuat baik pada orang lain yg meski bukan padaorg yg sama.
Maka bagimu yang masih terjerat dengan kata “jodoh”, lapangkanlah perasaanmu, luaskanlah pandanganmu dan terbukalah hatimu untuk tak hanya memandang jodoh sebatas cinta dan pernikahan. Berbaik sangkalah pada waktu bahwa urutan takdir yang kau terima saat ini adalah jodoh pekerjaan terlebih dahulu sebelum pernikahan, jodoh sahabat perjalanan sebelum jodoh cinta, jodoh orang orang yang menyayangimu selayaknya saudara sebelum jodoh yang mencintaimu karena ibadah dunia dan akhirat. Bersyukurlah jodohmu yg telah kau miliki tersebut agar jodoh yg belum hadir lainnya akan Tuhan segerakan untukmu pula. Bukankah jika kita mensyukuri nikmat Nya maka akan Allah tambahkan berlipat lipat ?
Tetaplah berusaha dengan maksimal dan tentunya dengan tetap mentaati rambu-rambu yang telah ditetapkan pada jalan Allah SWT, banyak berdoa dan berusaha menjadi orang yang baik, karena laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya itu janji Allah, sungguh indah bukan..!!