Problematika Cinta

Mencintai dan dicintai adalah rangkaian aksi dan sebuah harapan yang menjadi satu melebur dengan sebuah perasaan yag sering kita gaungkan sebagai cinta. Ada yang mengatakan sepasang hati yang telah terpaut cinta merasa dunia bagaikan mabuk tak sadarkan diri. 

Cinta bukanlah satu topik perbincangan yang baru dalam kalangan Sarjana. Terdapat banyak penulisan yang dihasilkan tentang cinta sepanjang sejarah dari zaman kuno hingga ke zaman moden. Walau bagaimanapun kajian saintifik tentang cinta hanya bermula pada kurun ke 20 (Stenberg, 2015). 

Menurut konsultan hubungan Sheryl Paul, MD dikutip dari Huffington Post, banyak pasangan terjatuh dalam lubang permasalahan yang sama setiap hari karena mereka tidak tahu bagaimana komunikasi harusnya dibangun. Lantas, apa sebenarnya yg seharusnya diperbaiki ?

Cinta telah dilihat sebagai satu elemen modern yang bertanggungjawab sebagai permulaan bagi sesebuah hubungan intim dan seterusnya membawa kepada pembentukan keluarga (Malta, 2013). Stenberg menjelaskan bahawa komponen terpenting dalam cinta di antaranya adalah ghairah dan keintiman. 

Maka sejatinya jika terjadi permasalahan perihal cinta terutama bagi sepasang suami istri tetaplah jaga komponen keintiman baik secara komunikasi maupun fisik. Maksudnya disini adalah tetaplah jaga dan rawat komunikasi dengan baik, dan jangan pernah bergantung kepada orang lain meskipun dia sahabat atau teman terdekat, tapi percayalah hanya dia patner kita,satu satunya yang sanggup dan layak menjadi tempat bersandar curhat berbagi. Karena konteks curhat adalah tentang intimacy. Curhat adalah zona pinte pertama sebuah intimacy dan privasi hati seseorang. Meskipun kita hanya curhat tentang masalah belanja bulanan fisik yang menurutkita gak penting. Tetapi ketika kita curhat sembarangan, bukan pada tempat yang tepat. Maka komunikasi merenggang dan kesalahfahaman semakin menganga lebar. 

Seni Cinta

Kebanyakan dari kita menjalani hidup dengan kekhawatiran terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kita berusaha untuk terlihat baik dan membuat orang lain berpikir positif tentang kita. Kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencoba menjadi seperti dan bertindak sesuai harapan orang lain, hal ini membuat kita menjadi resah karena setiap orang akan mengharapkan hal yang berbeda-beda dari kita. Di samping itu, apakah yang menjadi motivasi kita, ketika berusaha menjadi sesuai harapan orang lain? Apakah kita bertindak dengan ketulusan, ataukah hanya berusaha menyenangkan orang lain? Apakah kita hanya berpura-pura supaya orang lain akan memuji kita?
Kita dapat berpura-pura dan menciptakan citra diri, dan orang lain mungkin akan memercayai bahwa citra diri itu adalah diri kita yang sesungguhnya. Bagaimana pun juga, kepura-puraan tidak akan berarti dalam kehidupan kita karena kita harus hidup dengan diri sendiri. Kita akan menyadari saat melakukan kebohongan, walaupun orang lain mungkin memuji kita untuk citra yang kita ciptakan, hal ini akan membuat kita merasa tidak nyaman dengan diri sendiri. Di dalam hati kita tahu, kita sudah membohongi diri sendiri. Kita akan menjadi lebih bahagia ketika kita bersikap tulus dan nyaman menjadi diri sendiri.
Sama halnya dengan mencintai pasangan kita seharusnya bermula dari kita bisa mencintai diri kita sendiri. Simpelnya jika kamu ingin orang lain mencintaimu dengan tulus maka cintailah dirimu sendiri dengan tulus. Kamu menjalin hubungan dengan pasanganmu, berharap dia dapat mencintaimu sepenuh hati. Tapi tidak perduli apapun yang ia lakukan, sebesar apapun usahanya untuk menyayangi kamu, entah kenapa tidak pernah bisa membuatmu puas. Kamu nggak pengen dicintai dengan caranya dia, tapi kamu juga tidak tahu mau dicintai dengan cara apa. Lalu kamu menyalahkan pasangan karena dia tidak dapat membuat kamu bahagia.
Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menjalin hubungan dengan orang lain. Bahkan mungkin jauh lebih penting lagi. Jadi, mulailah belajar mencintai diri sendiri.
Cinta adalah seni. Maka jika ingin menciptakan seni yang indah bukan tergantung pada penontonya. Tetapi sang pemain alat seninya harus mencintai karyanya sendiri maka orang lain akan jauh lebi besar mencintai karyanya pula.

Yuk Ta’aruf ! Jilid 2 – Jodohku –

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
Dan Jodoh adalah harmoni dari pilihan terbaikku dengan keputusan terakhir dariku
Karena pilihan tak ada yang sempurna, begitupun keputusan tak sepenuhnya terbaik

Hai sahabat, banyak sekali yang bertanya bagaimana caranya menjemput jodoh paling cepat atau bagaimana caranya menemukan pasangan yang tepat ?. Sebelum kita membahas tentang hal tersebut, bagi sahabat yang belum tahu tentang jodoh itu apa hehehee (biar hatimu adem kalau ada yang tanya mana jodohmu) yuk baca artikel kami sebelumnya tentang setapak takdir jodoh
Then, kita bahas yuk tentang serial jodoh selanjutnya. Yuk Taaruf !

Memang Urusan jodoh itu sering tak terduga. Yang disangka itu jodoh kita, eh…. malah pergi meninggalkan kita. Tapi justru yang tak diduga datang begitu saja. Setiap saya bertanya pada beberapa Sahabat yang sudah menikah, rata-rata mereka menjawab, “Gak nyangka, ternyata saya berjodoh dengan orang ini”. Ada yang baru kenal sebulan, seminggu, atau beberapa hari saja. Ada yang tak sengaja bertemu, namun berjodoh. Ada juga yang disengajakan untuk bertemu dan berjodoh. Beberapa kadang dipaksakan untuk berjodoh, walau tentu takdir-Nya yang akan menjawab.

Dalam Islam tidak ada kata yang spesifik menunjukkan jodoh tapi dalam Islam digunakan kata pasangan. Setiap manusia diciptakan berpasangan maksudnya laki-laki dan perempuan. Namun, diberikan kebebasan untuk memilih dan berikhtiar agar mendapat takdir yang terbaik.

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
seperti aku memilih bertemu denganmu diantara jutaan manusia
dan biarkan takdir yang memutuskan pernikahaan ataukah kematian yang menjadi akhir dari pertemuan ini.

Jodoh adalah masalah kecocokan jiwa Dan kesiapan untuk hidup bersama dalam suka dan duka Menerima kelebihannya, juga memaklumi kekurangannya Bukan titik yang menciptakan tinta, tapi tintalah yang menyebabkan titik. Bukan cinta yang membuat jadi cantik, tapi karena cintalah ia terlihat cantik Urusan jodoh itu sering tak terduga.

Pasangan itu akan hadir saat waktu yang tepat, tugas kita adalah memperbaiki diri agar mendapat pasangan yang terbaik. Jadi bukan masalah siapa jodoh saya atau kapan saya bertemu dengan jodoh saya tapi masalah mengapa saya bertemu jodoh saya dan bagaimana cara saya mendapatkan jodoh saya. Sehingga fokusnya adalah meluruskan niat bahwa apapun yang kita ikhtiarkan adalah dalam rangka ibadah kepada Allah dan pastikan bentuk ikhtiar kita tidak bertentangan dengan syariat Islam.

So, tinggal memilih, mau mendapatkan yang terbaik dengan memperbaiki kualitas diri atau mendapatkan ala kadarnya akibat ketidakseriusan kita. Sahabat pilih yang mana? Akan ada suatu masa kita mesti memilih dari beberapa pilihan untuk menjadi pasangan dalam kehidupan. Ia yang akan menua denganmu. Ia yang kau pilih menjadi belahan jiwamu. Ia yang akan menjadi patner hidupmu.

Maka, jangan kau pilih karena nafsu. Karena itu pasti semu. Kekayaan pasti sirna, kecantikan ada batasnya, kemahsyuran tak kan selamanya. Pilihlah karena taqwa, niscaya hidupmu akan mulia. Saat diuji kelapangan kau tak jumawa. Syukur senantiasa melingkari dada. Saat diuji kesulitan kau tak putus asa. Sabar senantiasa merasuk dalam jiwa.

Cinta Mars & Venus

Sebuah buku populer berjudul Men Are Fron Mars, Woman Are From Venus yang ditulis oleh Jhon Grey memberikan kita ilustrasi bagaimana uniknya komunikasi dua dunia yang berbeda. Buku Jhon banyak berisi berbagsi saran untuk meningkatkan hubungan antara pria dan wanita melalui pemahaman gaya komunikasi dan kebutuhan emosional lawan jenis.
Dalam berkomunikasi, Mars akan cenderung to the point dan umumya akan mendengarkan jika percakapan memang berbobot ada isinya. Tetapi sebaliknya venus berkomunikasi dengan sebuah nada, yang terdengar seperti dramatis ditelinga mars. Venus sangat senang mengungkapkan perasaan yang menjadikannya senang berbicara banyak. Katanya Mars senang kemampuannya diakui sedangkan venus jauh lebih senang ketika perasaaannya dihargai.
Intinya venus cewek tak pernah mementingkan kemampuan, sedangkan cowok tidak memetingkan sebuah perasaan. Mars suka bekerja sendiri, tidak suka menerima bantuan jika tidak diminta. Naluri mars cenderung mendorong dirinya mengurus diri sendiri dengan mandiri bahkan jika itu harus mengorbankan orang lain. Maka tak heran jika cowok sang penghuni mars asli mayoritasnya akan membenci melakukan hal hal yang dituntut, kritik, atau hal apapun yang merasa seolah seperti budak. Itulah naluri laki laki. Sedangkan venus, justru mengharapkan untuk selalu diperhatikan. Perempuan akan selalu senang jika seseorang ikut campur membantu hidupnya. Terlebih mayoritas venus akan selalu berharap orang yang dicintainya akan memperhatikan sertaikut campur dalam hidup venus tanpa diminta olehnya.
Uniknya komunikasi makhluk dari dua planet ini tak pernah berhenti. Meski berbeda asa dan cara tapi pada dasarnya keduanya saling membutuhkan. Itulah manusia, hanya egonya saja terlalu tinggi untuk mengakuinya. Mars akan selalu mencari venus ketika ia membutuhkan sebuah dukungan karena hanya venus yang bisa memberikan mars kepercayaan, penghargaan, kekaguman, dan kasih sayang.
Memang dibutuhkan kompromi dan perubahan dari kedua makhluk planet mars dan venus ini untuk mengerti satu sama lain. Venus yang bisa berbicara bahasa Mars , begitu pun sebaliknya adalah kode etik ideal dalam menjaga hubungan yang lebih baik. Bahkan hubungan Mars-Venus ini bisa bertahan serta akan menjadi hubungan cinta yang dewasa dan lebih harmonis.

C,Ms. 2011. Ms Complaint’s Therapy. Yogjakarta ; B first.

Love you, fool !!!

Cobe cek deh apa benar kita mencintai seseorang sampai mentok atau hanya cinta yg bego ?. dan apakah cinta dia layak kita perjuangkan ataukah sebaiknya dilepaskan ? Ukurannya sederhana ternyata sahabat heartenly.  Cinta kamu atau cinta dia terhadapmu termasuk yg romantis, realistis, materialistis atau hanya sekedar just for fun ?. Dalam buku klasik J.A.Lee, berjudul Colors of Love, ada enam jenis hubungan berlabel cinta. Let us discribe one by one :


Eros Love : ini adalah cinta pada pandangan pertama yang didapatkan karena adanya chemistry kebutuhan yang terpenuhi. Maksudnya adalah tentang cinta yang hanya berdasarkan keuntungan pribadi. ketika kita mendapatkan sesuatu baik itu kesenangan fisik maupun emosional maka kita cenderung mengatakan itu adalah cinta padahal hanya sekedar kepuasan sesaat atau hanya sebatas suka bukan cinta. Contohnya I love you because you make me happy, itu kan inti maknanya adalah tetpa tentang diri sendiri. Manfaatnya hanya ke diri sendiri. Banyak dari para pecinta eros ini dengan gampang mengucapkan I love you pdahal sebenarnya adalah baru tahap I like you. Inilah cinta eros. Umumnya, pacaran dengan dasar cinta eros seperti ini cenderung tidak realistis dan terlalu berfantasi.

Ludic Love : semua tentang permainan cinta tanpa akhir, hingga tanpa ikatan. Berbohong, penghianatan adalah sifat para fun Ludic ini. Yang terpenting ia mendapatkan apa yang diinginkannya, maka ia akan menghalalkan segala macam cara dan sikap buruk sebagai manusia. Para Ludic akan merasa bangga menggandeng pacar baru cuman untuk memanas manasin gebetan yang gak berhasil didapatnya atau mantannya. Parahnya lagi hanya karena takut dianggap jomblo, maka ia rela mati matian mengejar siapapun.berapapun jumlah orgnya yang penting tembak sebanyak banyaknya.

Storgic Love : cinta yang didasakan dengan persahabatan. Para storgic ingin dan selalu memperlakukan oarang yang dicintainya sebagai sahabat terbaiknya yg bisa diandalkan dan dipercaya. Ini adalah cinta seseorang yang benar benar jujur, terbuka, nyaman, dan bersifat lebih awet jangka panjang. Jika ingin mencapai frase cinta seperti ini dibutuhkan komitmen diantara keduanya bahkan komitmen dengan diri sendiri.

Pragmatis Love : ini adalah mengenai cinta yang sangat rasional. Semua harus selalu direncanakan serta diperhitungkan. Hubungan yang saling menguntungkan adalah landasannya. Give and take. Para pecinta pragmatis biasanya berfikir rasional, praktis, realistis tentang harapan dan bagaimana memperlakukan pasangannya. Memang efeknya seolah kurang romantis.

Maniac Love : semua mengenai cinta yang obsesif atau posesif. Selalu dipenuhi cemburu, ikatan yang ekstrem hinga rasa kepemilikan yang egois. Umumnya semua ini terjadi karena para maniac sering memiliki harga diri yang rendah, cemas atau merasa tidak aman dalam hubungannya sendiri dengan pasangannya. Perasaan negatif yang demikianlah yang memungkinkannya untuk melakukan sesuatu yang sangat gila atau bodoh hanya demi mencegah ketakutannya.

Agape Love. : ini mengenai cinta dengan tingkatanpaling tinggi. Cinta pengorbanan, setia, sabar, percaya. Yakni Cinta Tanpa Syarat. Seseorang yang rela berkorban demi pasangannya, memafkan kesalahan yang dicintainya dan berdoa agar orang yang dicintainya berubah menjadi lebih baik, meski menderita Para Agape akan tetap bertahan demi cintanya. Cinta agape yang suci hanya bisa dilihat dari cinta ibu terhadap anaknya atau cinta dua insan manusia dengan landasan spiritual, cinta karena Tuhannya. Namun cinta agape yang menyimpang bisa menjadi berakhir pada cinta obsesif dan posesif (maniac love).

Bagaimana sahabat, termasuk tipe yang manakah Cintamu ?

MOVE ON ≠ Melupakan

it’s time to move on,

Setiap insan di muka bumi tentunya pernah terluka, Orang dewasa dengan segala dilema yg dihadapinya maupun anak kecil dengan kepolosannya bisa, akan dan bahkan pernah terluka. entah pada akhirnya luka tersebut nampak maupun hanya luka kasat mata yang mampu membelenggu hati serta pikiran pemiliknya.

Mayoritas tentu akan mencari berbagai cara bagaimana menghilangkan luka tersebut. Tentunya kita pun selalu berharap bagaimana kita dapat terbebas dari belenggu masa lalu, terbebas dari rasa sakit luka tersebut dan bisa move on merangkai masa depan yg lebih baik. Namun, seolah rasa sakit dari hati yang patah mengikat kaki pemiliknya hingga ia sulit untuk bangkit berdiri kembali. Hati yang terluka terkadang menjadi sulit untu diobati hingga sang pemilik hati tersebut berakhir dengan gagal move on.

Lantas apakah move on dari luka masa lalu memang sesulit itukah ? Tidak adakah tips atau jurus jitu agar kita bisa move on dengan cepat ?

Sebenarnya bukan proses move on yang lama hanya saja meneguhkan niat serta kemauan untuk menyembuhkan luka lah yang sungguh lama serta sangatlah sulit. Barangkali secara sadar kita mengatakan ingin move on dan melupakan dia yang telah menyakiti hati kita tetapi dialam bawar sadar kita tak ingin melupakan kenangan tersebut, kita hanya terus meratapi dan mengulang ngulang penyesalan terhadap apa yang terjadi atau bahkan kita terus mencoba menyalahkan semua hal yg terkait dengan apa yang telah terjadi.

Orang-orang yang berpegang teguh pada rasa sakit masa lalu ini sering menghilangkan rasa sakitnya justru dengan terus mengulang-ulang rasa sakit tersebut dalam pikiran mereka.  Kadang-kadang seseorang bahkan bisa “terjebak” dalam rasa sakitnya.

Mengapa terjadi seperti demikian ?

Hakikatnya luka hati adalah perasaan. Dan move on yang selalu kita inginkan adalah mengenai bagaimana kita mendapatkan perasaan nyaman serta bahagia kembali, bagaimana kita bisa beranjak pindak dari perasaan sedih, kecewa, marah dan penyesalan menjadi perasaan yang jauh lebih positif.

Move on bukan perkara tentang melupakan sebuah objek dalam pikiran kita karena yang membedakan sebuah kenangan serta memori adalah perasaan yang hadir dari kenangan tersebut. Mengapa sebuah memori tentang suatu pelajaran dapat dengan mudah kita lupakan setelah ujian selesai sedangkan kenangan mengenai orang asing yang kita temui di jalan namun ia telah membuat kita tertawa karena suatu hal misalnya akan terus kita ingat karena perasaan senang dan sensasi dari tawa yg telah kita rasakan lah yang menjadikan kenangan tersebut hidup. Pada akhirnya otak seolah mendeteksi bahwa kenangan tersebut penting bagi pemiliknya.

Sama halnya dengan kenangan menyakitkan serta menyedihkan. Semakin kita berusaha menghilangkan kenangan dari kejadian menyedihkan tersebut maka sebenarnya kita terus mengulang kenangan tersebut diputar oleh otak kita. Semakin kita hanya fokus pada kenangan tsb maka akan sering diputar oleh otak dan pada akhirnya justru menjadi semakin sulit untuk menghilangkan rasa sakitnya.

Maka move on bukan lah perkara melupakan, tetapi perkara menerima perasaanmu kemudian genggamlah pilihan untuk berpindah pada perasaan yang baru. Move on memiliki makna berpindah, bergerak. Maka jika kita benar benar menginginkan bisa move on berarti yang harus kita lakukan adalah bergerak dan berpindah bukan melupakan. Berpindahlah dari perasaan yang menyelimuti mu selama masa menyedihkan tersebut, bergeraklah dari tempatmu agar kamu bisa melihat sudut pandang yang lain melihat kenanganmu hingga kau bisa mendapatkan perasaan yang baru muncul ketika melihat kenangan tersebut kembali.

Seperti halnya tatkala kita melihat suatu masalah.  Cara pandangmu melihat masalah akan menentukan bagaimana hati serta pikiranmu menghadapi masalah tersebut. Jika kau hanya berfokus pada siapa yang bersalah, apa penyebab semua ini terjadi maka kita hanya akan mendapatkan diri akan dan masih terjebak dalam masalah. Bukan berarti sudut pandang ini salah hanya saja jika kita tak melanjutkan langkah pada sudut pandang lainnya yaitu solusi apa yang dapat menyelesaikan masalah tersebut atau apa yang harus aku lakukan agar masalah ini selesai maka kita akan terus terjebak dalam perasaan penyesalan tanpa memperbaiki, perasaan menyedihkan tanpa bersyukur akan sesuatu yg masih kita miliki.

Holly Browns mengatakan “The problem with blaming others is that it can often leave you powerless. For example, you confront the person (your boss, your spouse, your parent, your child), and they say, “No, I didn’t,” or worse, “So what if I did?”, then you’re left with all this anger and hurt and no resolution. All your feelings are legitimate. It’s important to feel them fully, and then move on. Nursing your grievances indefinitely is a bad habit, because (as the title goes) it hurts you more than it hurts them

Jadi, apa yang akan kita lakukan terhadap luka tersebut jauh lebih penting daripada hanya memikirkan  luka itu sendiri.  Bukankah kita sangat menginginkan untuk kembali menjadi hati yang bahagia dan lebih positif dalam kehidupan?  Atau apakah Anda lebih suka merenungkan tanpa henti tentang masa lalu dan sesuatu yang tidak dapat diubah?

Satu-satunya cara Anda dapat menerima sukacita dan kebahagiaan baru dalam hidup Anda adalah membuat ruang untuk itu.  Jika hati Anda dipenuhi dengan rasa sakit dan sakit hati, bagaimana Anda bisa terbuka terhadap sesuatu yang baru?.

Langkah Pertama Menjemput Belahan Jiwa

Happy couple just married

Hi sobat Heartenly, kami memberikan beberapa tips untuk menjemput belahan jiwa. Yuk cek ulasannya dibawah ini! Semoga membantu 😊

Bagi barisan jomblo, konflik terberat yang menciptakan kegalauan berkepanjangan yakni mengenai jodoh dan pernikahan. Sementara bagi sejawat pasutri, justru “pernikahan” jauh lebih kompleks menjadi sebuah konflik baginya terlebih jika terjadi kesalahan paradigma dalam memaknai pernikahannya. Terbayang baginya konflik selalu mencekik di setiap sudut pernikahannya : mencapai kesuksesan berumah tangga yang mendukung pekerjaannya, membesarkan anak-anak menjadi sukses dgn pandangan duniawi, hingga bagaimana menghadapi perbedaan dan kebosanan perasaan serta rutinitas semata-mata menjadi konflik dimata mereka yang semakin menyiksa karena parameter yang digunakannya pun ukuran duniawi yang bertopang pada budaya hedonis serta materialis (QS 25:43-44).

Potensi konflik diantara duan insan yang akan selalu bertemu setiap detiknya tentu memang sangatlah besar menggema. Terlebih manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala keunikan serta perbedaannya. Dua sosok bersaudara kembar identik saja memiliki karakter yang berbeda dengan segala keunikannya. Maka mencari pasangan yg mirip karakternya dengan kita seperti membeli karya lukisan terkenal dari pelukis yang telah meninggal. Takan pernah kita dapat menemukan seseorang yang sama. Oleh karena itulah pernikahan sejatinya merupakan proses kita menemukan seseorang yang bersedia saling melengkapi, mau menurunkan egonya untuk memahami kita hingga bersedia membagi rasa sakit satu sama lainnya.

Seorang laki-laki yang menyadari kualitas dirinya tidak terlalu baik saja tetap mengharapkan dapat menemukan seorang istri yang baik nan solehah. Maka sejatinya cara apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan jodoh secepatnya adalah cobalah ambil waktu disela rutinitas kesibukanmu untuk mennggunakan cermin kejujuran.

  1. Cermin Kejujuran

Kita sering mendengar perkataan “ jangan banyak kriteria mencari pasangan toh dek nanti kamu lama lakunya”, “jangan lama lama milih ka, nanti tau tau udh tua aja umurmu nanti makin ribet lagi kamu susah milih” . lantas apakah benar semua prasangka tersebut ?.

Begini, pada dasarnya sebuah keinginan tidak ada standar benar atau salahnya karena keinginan atau mimpi tentu bermula untuk tujuan yang baik kan. Hanya saja terkadang yang menjadi sebuah kesalahan adalah cara kita mewujudkan mimpi tersebut dan waktu serta tempat bagaimana kita mewujudkan keinginan tersebut menjadi kenyataan. Contohnya, coba bayangkan jika keinginan atau mimpi kita ingin memiliki mobil kita wujudkan dengan mencuri ? tentu sangat salah besar bukan hehehe. Atau keinginan mendapatkan sahabat yang mengerti dan baik di tempat kerja, tetapi selama kita bekerja tak pernah sedikitpun kita mencoba berbuat baik kepada semua orang atau kita sendiri tak pernah mau mengerti orang lain. Apakah keinginan tersebut akan tercapai ? jawabannya sudah pasti tidak.

Perkara menemukan pasangan ideal pun demikian. Hal yang wajar jika kita memiliki keinginan dengan menetapkan standar. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah tahukah kita tujuan semua standar itu nantinya untuk apa ? tujuan standar yang kita tetapkan apakah memiliki untuk kebahagiaan pernikahan ataukah hanya untuk kepuasaan rasa pamer dan ego semata?. Contohnya jika kita menetapkan standar ingin menikah dengan perempuan pintar bersosial, cantik, wanita karir. Tentu ini bukan sebuah keinginan yang salah dan pasti ada wanita yang memenuhi kriteria demikian. Hanya saja ternyata setelah menikah ternyata kemampuan istrimu mampu membuat dirinya dapat bergaul dengan baik dan memiliki banyak tetangga yang care serta lebih sibuk dibandingkan dirimu dan kau tidak menerimanya. Egomu terusik. Kamu berharap ia hanya diam dirumah tidak perlu ikut kegiatan komplek di rumah dll. Lantas untuk apakah standar engkau memilihnya karena kemampuan sosialnya ? kalau begitu apakah standar yang engkau tetapkan sebelum menikahinya hanyalah sebuah ego semata demi dapat menyombongkannya kepada orang lain ?.

Sekali lagi, bagi para pejuang hati yang sedang mendambakan dapat menemukan belahan jiwanya cobalah sejenak ambil waktu rehat kita untuk memikirkan apa tujuan dari standar kita ? kriteria calon pendamping yang baik adalah yang engkau sendiri mengetahui tujuan, visi serta misi dari standar dan kriteria yang telah engkau tetapkan. Jika hatimu menginginkan calon seorang sarjana, maka akal mu faham dan mengerti alasan serta kelebihan sebuah gelar sarjana yang kau butuhkan dalam membangun sebuah keluarga. Jika hatimu condong pada ia yang pandai berkespresi dan komunikasi yang baik, maka akal dan nalurimu siap menerima kekurangannya yang cerewet dan seolah merupakan kecerian dalam keluarga bagimu bukan sebuah omelan.

Inilah yang kita maksud dengan “Cermin Kejujuran”. Andaikan sebuah item yang dimiliki dalam dongeng putri salju ini nyata maka item ini layak menjadi benda wajib dimiliki setiap individu karena sungguh kejujuran tentang diri sendiri jauh lebih sulit nan rumit dibandingkan jujur kepada orang lain.

Jadi jika kita merasa seolah berada dijalan buntu untuk move on dari orang yang telah menyakiti hati kita selama ini, jika kita bingung bagaimana cara menjemput jodoh kita maka hal pertama yang dapat kita lakukan adalah cobalah buat cermin kejujuran untukmu sendiri. Cermin ini kelak akan menjadi lentera yang akan membantu kita harus berjalan kearah mana untuk mencapai tujuan tersebut. 

Lantas bagaimana menemukan atau menciptakan cermin seperti ini ?. Cermin kejujuran sejatinya adalah tekad dan upaya kita memperbaiki diri demi mendapatkan seseorang yang pula lebih baik. Bukan berarti orang jahat atau buruk tidak mungkin mendapatkan orang yang jauh lebih baik hanya saja, jika dalam dirinya tidak ada tekad dan upaya memperbaiki diri maka standar setinggi apapun yang ia usahakan untuk diraihnya takan pernah mampu ia gapai.

Kita bisa memulai dengan mencatat seluruh keinginan. Keinginan atau mimpi yang hanya angan angan adalah jika selalu kita abaikan dengan melupakannya atau tidak mengikhtiarkannya. Maka sebaik-baik langkah pertama mewujudkan keinginan dan mimpi adalah tulislah. Tulislah dalam sebuah kertas keinginanmu tentang ia yang kau harapkan menjadi jodoh. Tulislah dalam doa bagaimana harapanmu tentang jodohmu. jika kita hanya menulis keinginan dan melihatnya saja terus tentu mimpi atau keinginan tersebut takan pernah bergerak menjadi kenyataan maka Selanjutnya tulislah kemampuan mu saat ini yang mendukung harapanmu atau tulislah kelebihanmu serta kekuranganmu. Tujuannya agar kita dapat bercermin apakah keinginan kita mampu kita raih saat ini jam ini dengan kemampuan kita yang hanya demikian ?. Tentu sahabat bukan berarti jika kita tak mampu maka takan pernah bisa mewujudkan harapan tapi justru dengan menyadari kekurangan kita maka kita akan bergerak dan berupaya. Contohnya harapan kita ingin mendapatkan suami yang baik agamanya sedangkan kemampuanku hanya menjalankan solat saja, mengaji pun masih tak lancar. Maka setelah kita menyadari ini jika keinginan kita kuat setidaknya hati serta kaki ini akan bergerak untuk belajar mengaji dan siapa sangka mungkin dalam perjalanan belajarmu engkau akan dipertemukan oleh Allah dengan jodoh yang kau maksud dalam tulisanmu. Tuhan maha melihat segala upaya yang telah kita usahakan.

Di samping itu, kita bisa meminta seseorang yang jauh lebih dewasa yang kita hormati atau seseorang professional dibidangnya seperti coaching, konselor, psikologi atau guru agama untuk membantu kita menjadi cermin kejujuran. Setidaknya dengan ilmu dan pengalaman mereka tentunya kita akan dibantu berubah menjadi lebih baik dan dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik.

Tentu namanya sebuah perjalanan tak cukup ditempuh hanya dengan sebuah langkah saja. Tetapi tanpa langkah pertama maka perjalanan sedekat apapun takan pernah dimulai ataupun terwujud bukan?. Dengan menempuh langkah pertama ini, kita telah membuktikan bahwa kita benar benar serius ingin menjemput belahan jiwa untuk menyempurnakan kebahagiaan kita. Tips dan untuk langkah langkah berikutnya dalam menjemput belahan jiwa silahkan tunggu artikel dari kami Heartenly .