Love Yourself : finding true love

Ketika orang-orang mulai lebih mencintai diri mereka sendiri setiap hari, sungguh menakjubkan bagaimana kehidupan mereka menjadi lebih baik. Mereka merasa lebih baik. Mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka punya uang yang mereka butuhkan. Hubungan mereka membaik, atau yang negatif bubar dan yang baru dimulai.

Ini adalah premis yang sangat sederhana — mencintai diri sendiri. Saya sering disindir karena terlalu sederhana, dan saya telah menemukan bahwa hal-hal sederhana biasanya yang paling mendalam.

Seseorang berkata kepada saya baru-baru ini, “Anda memberi saya hadiah paling indah — Anda memberi saya hadiah untuk diri saya sendiri.” Begitu banyak dari kita bersembunyi dari diri kita sendiri dan kita bahkan tidak tahu siapa kita. Kami tidak tahu apa yang kami rasakan, kami tidak tahu apa yang kami inginkan.

Hidup adalah perjalanan penemuan diri. Bagi saya, menjadi tercerahkan adalah masuk ke dalam dan untuk mengetahui siapa dan apa kita sebenarnya, dan untuk mengetahui bahwa kita memiliki kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik dengan mencintai dan menjaga diri kita sendiri.

Tidak egois untuk mencintai diri sendiri. Itu menjernihkan kita sehingga kita bisa cukup mencintai diri sendiri hingga mencintai orang lain. Kita benar-benar dapat membantu planet ini ketika kita datang dari ruang cinta dan kegembiraan yang besar secara individual.

Kekuatan yang menciptakan Alam Semesta yang luar biasa ini sering disebut sebagai cinta. Tuhan adalah cinta. Kita sering mendengar pernyataan: Cinta membuat dunia berputar. Semuanya benar. Cinta adalah agen pengikat yang menyatukan seluruh Semesta.

“To be beautiful means to be yourself. You don’t need to be accepted by others. You need to accept yourself.” ~Thich Nhat Hanh

Keputusan paling penting dalam hidup mu, yang akan memengaruhi setiap keputusan lain yang kamu buat, adalah komitmen untuk mencintai dan menerima diri sendiri. Ini secara langsung mempengaruhi kualitas hubunganmu, pekerjaanmu, waktu luangmu , iman yang kamu miliki, dan masa depanmu.

Jadi, mengapa hal ini sangat sulit dilakukan?
Merasa layak mengharuskan kita melihat diri sendiri dengan mata kesadaran diri dan cinta yang segar. Penerimaan dan cinta harus datang dari dalam.

Kamu tidak harus berbeda untuk menjadi layak. Nilaimu ada dalam sifat sejati dirimu sendiri, inti cinta dan kebaikan batin. Kamu adalah cahaya yang indah. Kamu adalah cinta. Kita bisa mengubur keindahan kita, tetapi tidak mungkin untuk dihancurkan.

Mencintai diri sendiri bukanlah peristiwa satu kali. Ini adalah proses tanpa akhir yang berkelanjutan.

Itu dimulai dengan merangkul dirimu dalam kasih sayang dan penghargaan kamu dengan caramu sendiri.

Bagaimana caranya merangkul hati kita sendir ? : berikut adalah tips dari heartenly

  1. Mulailah harimu dengan cinta (bukan teknologi).
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sangat berarti hadir di dunia ini sebelum bangun dari tempat tidur. Bernapas dalam cinta dan hembuskan cinta. Rangkullah dirimu dalam cahaya. Nikmati waktumu tanpa gedget tapi dengan rutinitas yg sangatkamu sukai
  2. Luangkan waktu untuk bermeditasi dan membuat jurnal.
    Luangkan waktu untuk fokus ke dalam setiap hari. Mulailah dengan meditasi lima menit dan jurnal lima menit setiap pagi. Tingkatkan waktu ini secara bertahap.
  3. Bicaralah sendiri dengan senang hati.
    Gunakan afirmasi untuk melatih pikiramu untuk menjadi lebih positif.
  4. jujurlah secara emosional.
    Lepaskan kebiasaan menekan perasaanmu sendiri. Belanja, makan, dan minum adalah contoh dari menekan perasaanmu, menghindari ketidaknyamanan, kesedihan, dan rasa sakit. Sadari perasaan dan emosimu sendiri.
  5. Perluas minat Anda.
    Mencoba sesuatu yang baru. Belajar sebuah bahasa. Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Lakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Kamu memiliki hak untuk hidup yang luar biasa.
  6. Nikmati aktivitas yang meningkatkan kehidupan.
    Temukan olahraga yang Anda sukai. Temukan makanan sehat yang baik untuk Anda. Matikan teknologi selama sehari dan habiskan waktu melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa hidup.
  7. Bersedia untuk menyerah.
    Tarik napas, rileks, dan lepaskan. Kita tidak akan pernah bisa menerka apa yang akan terjadi kedepannya. Berhentilah bertempur melawan diri sendiri dengan berpikir dan menginginkan seperti kehidupan orang lain atau coba orang lain yang berada di nasib ini .
Note : inspired by Joanna Platt Coaching 

LOVE MYSELF ; Self-Care is Not Selfish

SELF-CARE FILLS YOU UP SO THAT YOU CAN BE PRESENT FOR THE OTHER PEOPLE IN YOUR LIFE AND SO THAT YOU HAVE THE ENERGY TO MAKE THE TYPE OF IMPACT YOU WANT TO MAKE IN THE WORLD.” – Joanna Platt

Hai Sahabat Heartenly
Berbicara mengenai cinta tidak akan pernah bosan di telinga. Saya teringat tentang bagaimana Erich Fromm mengambarkan cinta sebagai sebuah Seni paling menakjubkan yang Tuhan hadirkan dalam diri manusia. Dalam The Art of Loving karya Erich Fromm seorang Psikoanalisis berkebangsaan Amerika, Bagi Fromm cinta adalah seni. Karena itu, cinta merupakan sesuatu yg dapat dipelajari. Cinta tidak hadir secara alamiah;Ia bukanlah sesuatu yang kita lakukan secara naluriah. Mencintai adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dipraktekkan dlm kebiasaan sehari-hari secara aktif.
Banyak diantara kita telah tertanam suatu ide bahwa kita memiliki hak untuk dicintai oleh orang lain Imbasnya, kita memiliki kecenderungan untuk selalu menunggu, secara pasif, hadirnya orang lain untuk mencintai kita, dan selanjutnya kita merasa diperlakukan tidak adil ketika tidak ada orang lain yang mau perduli atas diri kita. Kebalikan dari itu, agar cinta senantiasa hadir, seseorang harus aktif bertindak; seseorang harus menunjukkan cintanya. Kata Erich Fromm, cinta memerlukan ikhtiar lebih banyak dari pada sekedar kepasifan kita.Oleh karena itu, implikasinya adalah bahwa, jika kita berharap untuk menerima cinta, maka kita sendiri harus terlebih dahulu memberikan cinta. Cinta bukanlah “Jalan satu arah”.

Selain itu, cinta itu aktif dan bukan pasif, maka cinta itu sejatinya memberi. Sampai pada titik ini cinta acapkali dipahami secara keliru.Banyak orang menafsirkan hal ini dengan memaknai cinta sebagai “berserah diri”, yaitu pengorbanan suci, atau keadaan yg terlepas dari sesuatu. Mereka acapkali juga merasa bahwa cinta merampas kebebasannya sebagai individu. Fromm mengatakan bahwa pemahaman seperti itu tidak benar, paling tidak untuk dua alasan:

Pertama, cinta tidak terbatas memberi dalam bentuk materi.
Kedua, menghargai diri sendiri dalam mencintai, cinta adalah memberi teruntuk orang yang kita cintai juga untuk diri kita sendiri yang berarti artinya bukan mengorbankan kebebasan kita sebagai individu. Catat ya !

Tipe cinta yang jauh lebih penting adalah cinta diri.kadang terasa aneh berbicara tentang cinta diri, Fromm justeru menunjukkan bahwa bukanlah ini masalahnya. Alasannya, pertama, kita harus membedakaan antara cinta diri dengan keegoisan diri. Keegoisan diri adalah satu bentuk egotisme yang tidak ada hubungannya dengan cinta. Bagi Fromm. orang yang mementingkan diri sendiri atau egois sebenarnya tidak mencintai dirinya sendiri sebab keegoisan diri memisahkan dirinya dari orang lain dan membuat dirinya menderita kesunyian dan kesendirian. Sebaliknya, seseorang yang di dalam dirinya penuh cinta lantaran mencintai semua orang berarti juga mencintai dirinya sendiri. Jika saya mencintai sesama sebagai sesuatu yang baik maka mencintai diri saya sendiri seharusnya juga menjadi hal yang baik.Gagasan semacam inilah yang terungkap di dalam Bible, “Cintailah sesama sebagaimana mencintai diri sendiri”. Ungkapan ini berimplikasi pada, cinta untuk diri sendiri tidak dapat dipisahkan dengan cinta pada orang lain

Sejauh ini orang bahkan mengatakan bahwa jika saya tidak dapat mencintai diri saya sendiri terlebih dahulu, maka saya tidak akan mampu mencintai orang lain. Jika saya tidak mencintai diri saya sendiri, yakni: jika saya tidak memiliki keyakinan dengan diri saya sendiri sebagai seseorang yang berharga untuk dicintai, maka saya akan selalu merasa gelisah dan terus akan menggantungkan hubungan saya dengan orang lain