Langkah Pertama Menjemput Belahan Jiwa

Happy couple just married

Hi sobat Heartenly, kami memberikan beberapa tips untuk menjemput belahan jiwa. Yuk cek ulasannya dibawah ini! Semoga membantu 😊

Bagi barisan jomblo, konflik terberat yang menciptakan kegalauan berkepanjangan yakni mengenai jodoh dan pernikahan. Sementara bagi sejawat pasutri, justru “pernikahan” jauh lebih kompleks menjadi sebuah konflik baginya terlebih jika terjadi kesalahan paradigma dalam memaknai pernikahannya. Terbayang baginya konflik selalu mencekik di setiap sudut pernikahannya : mencapai kesuksesan berumah tangga yang mendukung pekerjaannya, membesarkan anak-anak menjadi sukses dgn pandangan duniawi, hingga bagaimana menghadapi perbedaan dan kebosanan perasaan serta rutinitas semata-mata menjadi konflik dimata mereka yang semakin menyiksa karena parameter yang digunakannya pun ukuran duniawi yang bertopang pada budaya hedonis serta materialis (QS 25:43-44).

Potensi konflik diantara duan insan yang akan selalu bertemu setiap detiknya tentu memang sangatlah besar menggema. Terlebih manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala keunikan serta perbedaannya. Dua sosok bersaudara kembar identik saja memiliki karakter yang berbeda dengan segala keunikannya. Maka mencari pasangan yg mirip karakternya dengan kita seperti membeli karya lukisan terkenal dari pelukis yang telah meninggal. Takan pernah kita dapat menemukan seseorang yang sama. Oleh karena itulah pernikahan sejatinya merupakan proses kita menemukan seseorang yang bersedia saling melengkapi, mau menurunkan egonya untuk memahami kita hingga bersedia membagi rasa sakit satu sama lainnya.

Seorang laki-laki yang menyadari kualitas dirinya tidak terlalu baik saja tetap mengharapkan dapat menemukan seorang istri yang baik nan solehah. Maka sejatinya cara apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan jodoh secepatnya adalah cobalah ambil waktu disela rutinitas kesibukanmu untuk mennggunakan cermin kejujuran.

  1. Cermin Kejujuran

Kita sering mendengar perkataan “ jangan banyak kriteria mencari pasangan toh dek nanti kamu lama lakunya”, “jangan lama lama milih ka, nanti tau tau udh tua aja umurmu nanti makin ribet lagi kamu susah milih” . lantas apakah benar semua prasangka tersebut ?.

Begini, pada dasarnya sebuah keinginan tidak ada standar benar atau salahnya karena keinginan atau mimpi tentu bermula untuk tujuan yang baik kan. Hanya saja terkadang yang menjadi sebuah kesalahan adalah cara kita mewujudkan mimpi tersebut dan waktu serta tempat bagaimana kita mewujudkan keinginan tersebut menjadi kenyataan. Contohnya, coba bayangkan jika keinginan atau mimpi kita ingin memiliki mobil kita wujudkan dengan mencuri ? tentu sangat salah besar bukan hehehe. Atau keinginan mendapatkan sahabat yang mengerti dan baik di tempat kerja, tetapi selama kita bekerja tak pernah sedikitpun kita mencoba berbuat baik kepada semua orang atau kita sendiri tak pernah mau mengerti orang lain. Apakah keinginan tersebut akan tercapai ? jawabannya sudah pasti tidak.

Perkara menemukan pasangan ideal pun demikian. Hal yang wajar jika kita memiliki keinginan dengan menetapkan standar. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah tahukah kita tujuan semua standar itu nantinya untuk apa ? tujuan standar yang kita tetapkan apakah memiliki untuk kebahagiaan pernikahan ataukah hanya untuk kepuasaan rasa pamer dan ego semata?. Contohnya jika kita menetapkan standar ingin menikah dengan perempuan pintar bersosial, cantik, wanita karir. Tentu ini bukan sebuah keinginan yang salah dan pasti ada wanita yang memenuhi kriteria demikian. Hanya saja ternyata setelah menikah ternyata kemampuan istrimu mampu membuat dirinya dapat bergaul dengan baik dan memiliki banyak tetangga yang care serta lebih sibuk dibandingkan dirimu dan kau tidak menerimanya. Egomu terusik. Kamu berharap ia hanya diam dirumah tidak perlu ikut kegiatan komplek di rumah dll. Lantas untuk apakah standar engkau memilihnya karena kemampuan sosialnya ? kalau begitu apakah standar yang engkau tetapkan sebelum menikahinya hanyalah sebuah ego semata demi dapat menyombongkannya kepada orang lain ?.

Sekali lagi, bagi para pejuang hati yang sedang mendambakan dapat menemukan belahan jiwanya cobalah sejenak ambil waktu rehat kita untuk memikirkan apa tujuan dari standar kita ? kriteria calon pendamping yang baik adalah yang engkau sendiri mengetahui tujuan, visi serta misi dari standar dan kriteria yang telah engkau tetapkan. Jika hatimu menginginkan calon seorang sarjana, maka akal mu faham dan mengerti alasan serta kelebihan sebuah gelar sarjana yang kau butuhkan dalam membangun sebuah keluarga. Jika hatimu condong pada ia yang pandai berkespresi dan komunikasi yang baik, maka akal dan nalurimu siap menerima kekurangannya yang cerewet dan seolah merupakan kecerian dalam keluarga bagimu bukan sebuah omelan.

Inilah yang kita maksud dengan “Cermin Kejujuran”. Andaikan sebuah item yang dimiliki dalam dongeng putri salju ini nyata maka item ini layak menjadi benda wajib dimiliki setiap individu karena sungguh kejujuran tentang diri sendiri jauh lebih sulit nan rumit dibandingkan jujur kepada orang lain.

Jadi jika kita merasa seolah berada dijalan buntu untuk move on dari orang yang telah menyakiti hati kita selama ini, jika kita bingung bagaimana cara menjemput jodoh kita maka hal pertama yang dapat kita lakukan adalah cobalah buat cermin kejujuran untukmu sendiri. Cermin ini kelak akan menjadi lentera yang akan membantu kita harus berjalan kearah mana untuk mencapai tujuan tersebut. 

Lantas bagaimana menemukan atau menciptakan cermin seperti ini ?. Cermin kejujuran sejatinya adalah tekad dan upaya kita memperbaiki diri demi mendapatkan seseorang yang pula lebih baik. Bukan berarti orang jahat atau buruk tidak mungkin mendapatkan orang yang jauh lebih baik hanya saja, jika dalam dirinya tidak ada tekad dan upaya memperbaiki diri maka standar setinggi apapun yang ia usahakan untuk diraihnya takan pernah mampu ia gapai.

Kita bisa memulai dengan mencatat seluruh keinginan. Keinginan atau mimpi yang hanya angan angan adalah jika selalu kita abaikan dengan melupakannya atau tidak mengikhtiarkannya. Maka sebaik-baik langkah pertama mewujudkan keinginan dan mimpi adalah tulislah. Tulislah dalam sebuah kertas keinginanmu tentang ia yang kau harapkan menjadi jodoh. Tulislah dalam doa bagaimana harapanmu tentang jodohmu. jika kita hanya menulis keinginan dan melihatnya saja terus tentu mimpi atau keinginan tersebut takan pernah bergerak menjadi kenyataan maka Selanjutnya tulislah kemampuan mu saat ini yang mendukung harapanmu atau tulislah kelebihanmu serta kekuranganmu. Tujuannya agar kita dapat bercermin apakah keinginan kita mampu kita raih saat ini jam ini dengan kemampuan kita yang hanya demikian ?. Tentu sahabat bukan berarti jika kita tak mampu maka takan pernah bisa mewujudkan harapan tapi justru dengan menyadari kekurangan kita maka kita akan bergerak dan berupaya. Contohnya harapan kita ingin mendapatkan suami yang baik agamanya sedangkan kemampuanku hanya menjalankan solat saja, mengaji pun masih tak lancar. Maka setelah kita menyadari ini jika keinginan kita kuat setidaknya hati serta kaki ini akan bergerak untuk belajar mengaji dan siapa sangka mungkin dalam perjalanan belajarmu engkau akan dipertemukan oleh Allah dengan jodoh yang kau maksud dalam tulisanmu. Tuhan maha melihat segala upaya yang telah kita usahakan.

Di samping itu, kita bisa meminta seseorang yang jauh lebih dewasa yang kita hormati atau seseorang professional dibidangnya seperti coaching, konselor, psikologi atau guru agama untuk membantu kita menjadi cermin kejujuran. Setidaknya dengan ilmu dan pengalaman mereka tentunya kita akan dibantu berubah menjadi lebih baik dan dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik.

Tentu namanya sebuah perjalanan tak cukup ditempuh hanya dengan sebuah langkah saja. Tetapi tanpa langkah pertama maka perjalanan sedekat apapun takan pernah dimulai ataupun terwujud bukan?. Dengan menempuh langkah pertama ini, kita telah membuktikan bahwa kita benar benar serius ingin menjemput belahan jiwa untuk menyempurnakan kebahagiaan kita. Tips dan untuk langkah langkah berikutnya dalam menjemput belahan jiwa silahkan tunggu artikel dari kami Heartenly .