Yuk Ta’aruf !

Ta’aruf berasal dari ta’arrofa yang artinya menjadi tahu, yang asal akarnya ‘a-ro-fa yang berarti mengenal-perkenalan. Mengenai makna dasar ta’aruf diperkuat dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-Hujurah ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ الله أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ الله عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Yang artinya:“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku lit a’ārafū (supaya kamu saling kenal)… sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi amah mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13).
Pengalaman menemukan makna cinta merupakan sebuah peristiwa pengalaman yang unik bagi individu. Erikson (Hall & Lindzey, 1993). Proses penemuan makna cinta dalam proses ta’aruf memiliki dinamika yang khas dan unik dibandingkan dengan proses pacaran pada umumnya menuju pernikahan. Menurut Hana (2012), ta’aruf adalah proses perkenalan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang calon suami atau istri. Sedangkan ta’aruf dalam bahasa arab artinya saling mengenal. Ta’aruf bertujuan untuk mengenal agama dan akhlak dari calon pasangan. Hal ini termasuk diperbolehkan dengan melakukan interaksi dengan syarat yaitu tidak berkhalwat, dan menjaga topik pembicaraan sehingga tidak membuka pintu perbuatan haram (Hasbullah, 2012).
Hidayat mengutip dari Sukamdiarti bahwa ta’aruf adalah komunikasi timbal balik antara laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal dan saling memperkenalkan diri. Fenomena ta’aruf yang didenotasikan suatu ritual pranikah adalah sebagai berikut:


a) Saling tukar menukar data diri sebagai perkenalan pertama, bahkan dengan bertukar foto masing-masing.


b) berjumpa pertama kali atau “melihat”. “melihat” inilah yang sebenarnya sesuai sunnah Nabi SAW, sebab Beliau SAW ketika salah seorang menyatakan akan menikah dengan si fulanah, beliau bertanya apakah sudah pernah melihat fulanah tersebut? Kemudian Beliau menganjurkan sahabat tersebut untuk melihatnya, dengan alasan: “karena melihat membuat engkau lebih terdorong untuk menikahinya”.


c) Proses dilanjutkan dengan “hubungan” dengan maksud memperjelas perkenalan, yaitu mungkin dengan surat menyurat, sms atau telepon atau pertemuan lain dengan komposisi yang sama.


d) Selanjutnya kedua pihak mulai melibatkan orang tua,


e) Jika sudah bicara teknis artinya sudah dalam proses menuju pernikahan.

Frankl (1963) mengemukakan bahwa cinta adalah tujuan tertinggi yang dapat dicapai manusia. Tujuan ini yang mendasari manusia untuk terus menemukan makna dari kehidupan yang dijalani. Individu dapat saling memberikan dukungan, saling membantu dalam mengatasi kesulitan bersama ataupun masing-masing, dan dapat saling meningkatkan keyakinan diri individu untuk menemukan makna hidup melalui cinta kasih (Iriana, 2005). Dengan mencintai orang lain, individu dapat membuat orang yang dicintainya menemukan maknanya sendiri dan dengan melakukan hal itu, individu sendiri menemukan makna bagi kehidupannya sendiri.
Cinta yang tersusun atas komitmen, keintiman dan hasrat menjadikan individu dapat menumbuhkan cinta pada pasangannya. Pencarian individu terhadap cinta dan pasangannya melalui metode ta’aruf dengan segala proses yang dijalani di dalamnya diharapkan dapat memunculkan nilai-nilai yang memberikan makna pada kehidupan individu. Hal tersebut yang mendorong ketertarikan peneliti untuk meneliti bagaimana penemuan makna cinta pada individu yang menikah melalui proses ta’aruf.

Komitmen Cinta

Close-up of hands of elderly couple

Dalam sebuah hubungan antara pria dan wanita seringkali kita mendengar istilah komitmen cinta. Istilah ini memang lebih sering dihubungkan dengan cinta yang terjadi antara pria dan wanita. Mengapa demikian? Padahal cinta dapat terjadi pada siapa dan apa saja, tidak hanya antara pria dan wanita. Ada cinta orangtua dengan anaknya, cinta kakak dengan adiknya, dan lain sebagainya.

Hal ini karena cinta antara pria dan wanita dimulai dari dua orang yang tidak mempunyai hubungan darah dan tidak saling mengenal sehingga diperlukan sebuah komitmen agar kedua belah pihak dapat menjalani hubungan dengan baik dan saling menghargai apapun masalah atau cobaan yang datang. Ditambah lagi hubungan ini rentan dengan kejenuhan dan godaan yang datang dari luar.

Definisi komitmen cinta adalah cinta yang bersifat jangka panjang bukan hanya sekedar berpacaran menghabiskan waktu dan bersenang-senang belaka. Contoh komitmen cinta yang paling nyata adalah komitmen untuk membina hubungan rumah tangga.

menurut Psikologikita.com Komitmen diartikan sebagai keadaan psikologis ketika seseorang merasa terikat atau terhubung dengan orang lain dan secara langsung akan mempengaruhi keputusan seseorang untuk melanjutkan atau mengakhiri sebuah hubungan. Ketika kedua pasangan memiliki komitmen yang tinggi maka pasangan tersebut akan merasa sangat terikat pada satu sama lain dan tidak memiliki keinginan untuk menyerah dan mengakhiri hubungan, mereka akan berupaya memperbaiki hubungan ketika menghadapi sebuah konflik.

Salah satu alasan yang melatarbelakangi kenapa seseorang susah berkomitmen adalah karena dia takut pada cinta yang membutuhkan timbal balik. Sebagaimana dikatakan oleh seorang filsuf China, Lao Tzu, bahwa sangat dicintai oleh seseorang memberi Anda kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam memberi Anda keberanian. Komitmen membutuhkan cinta yang saling timbal-balik bukan sepihak.

Komitmen yang terjalin dalam sebuah hubungan pada umumnya merupakan sebuah hasil dari suatu proses ketimbang muncul secara spontan dan tiba tiba. Komitmen akan muncul ketika pasangan merasa saling nyaman dan sama samamemiliki kepuasan dalam menjalani hubungan.

Cinta Tanpa Syarat

Banyak yang bilang kalau cinta yang tulus adalah orang yang mau menerima belahan hatinya apa adanya. Sekali lagi, apa adanya. Apakah kamu pernah terbesit pertanyaan dalam hati, bagaimana rasanya menerima seseorang apa adanya dan seperti apa sih cinta tanpa syarat itu? Atau apakah cinta tanpa syarat itu hanya mitos yang dibuat-buat supaya kisah cinta seseorang nggak terdengar terlalu menyedihkan?

Seseorang yang mencintai segala kelebihannya. Ia mengerti orang yang dicintainya luar-dalam. Ia yang paling memahami keadaan orang yang dicintainya. Orang orang umumnya mengatakan ini adalah cinta tanpa syarat

Cinta ‘tak bersyarat’ memiliki arti bahwa seseorang tidak menghiraukan kondisi berkekurangan yang telah ada di kehidupan pasangan, seperti kekurangan fisik, disabilitas, status sosial dan lain-lain. Cinta tak bersyarat dapat dikaitkan dengan Triangular Theory of Love milik Sternberg, dengan kategori Companionate love yaitu cinta yang terdiri dari kedekatan secara emosional.

Menurut pakar, cinta itu buta, karena buta maka cinta itu tak bersyarat. Benar juga sih, sebab mendefinisikan cinta sangat sulit sesulit menebak hati wanita. Katanya ..
Benarkah cinta itu buta dan tidak bersyarat? Ternyata, tidak juga. Cinta kepada Allah, justru bersyarat, tidak buta, logis, mudah didefinisikan dan diaplikasikan. Allah berfirman:

“Katakan (Wahai Nabi): Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi). Maka, Allah akan mencintai kalian dan menghapus dosa-dosa kalian“. (QS. Ali Imran, ayat 31)

Seyogianya cinta adalah love is all, it gives all, it takes all.
Pun perlu diketahui bahwa cinta itu tidak melulu tentang kesenangan, cinta itu sangat dekat dengan penderitaan. Karena penderitaan adalah bagian paling penting waktu kita mau mengenali cinta. Mustahil kita mengalami cinta sejati kalau kita takut terluka. True love harus dialami dengan rasa sakit, sebab cinta yang sejati adalah cinta yang tak mudah menyerah, karena jika mencintai seseorang, maka kesusahan akan menjadi perekat cinta

Love Yourself : finding true love

Ketika orang-orang mulai lebih mencintai diri mereka sendiri setiap hari, sungguh menakjubkan bagaimana kehidupan mereka menjadi lebih baik. Mereka merasa lebih baik. Mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka punya uang yang mereka butuhkan. Hubungan mereka membaik, atau yang negatif bubar dan yang baru dimulai.

Ini adalah premis yang sangat sederhana — mencintai diri sendiri. Saya sering disindir karena terlalu sederhana, dan saya telah menemukan bahwa hal-hal sederhana biasanya yang paling mendalam.

Seseorang berkata kepada saya baru-baru ini, “Anda memberi saya hadiah paling indah — Anda memberi saya hadiah untuk diri saya sendiri.” Begitu banyak dari kita bersembunyi dari diri kita sendiri dan kita bahkan tidak tahu siapa kita. Kami tidak tahu apa yang kami rasakan, kami tidak tahu apa yang kami inginkan.

Hidup adalah perjalanan penemuan diri. Bagi saya, menjadi tercerahkan adalah masuk ke dalam dan untuk mengetahui siapa dan apa kita sebenarnya, dan untuk mengetahui bahwa kita memiliki kemampuan untuk berubah menjadi lebih baik dengan mencintai dan menjaga diri kita sendiri.

Tidak egois untuk mencintai diri sendiri. Itu menjernihkan kita sehingga kita bisa cukup mencintai diri sendiri hingga mencintai orang lain. Kita benar-benar dapat membantu planet ini ketika kita datang dari ruang cinta dan kegembiraan yang besar secara individual.

Kekuatan yang menciptakan Alam Semesta yang luar biasa ini sering disebut sebagai cinta. Tuhan adalah cinta. Kita sering mendengar pernyataan: Cinta membuat dunia berputar. Semuanya benar. Cinta adalah agen pengikat yang menyatukan seluruh Semesta.

“To be beautiful means to be yourself. You don’t need to be accepted by others. You need to accept yourself.” ~Thich Nhat Hanh

Keputusan paling penting dalam hidup mu, yang akan memengaruhi setiap keputusan lain yang kamu buat, adalah komitmen untuk mencintai dan menerima diri sendiri. Ini secara langsung mempengaruhi kualitas hubunganmu, pekerjaanmu, waktu luangmu , iman yang kamu miliki, dan masa depanmu.

Jadi, mengapa hal ini sangat sulit dilakukan?
Merasa layak mengharuskan kita melihat diri sendiri dengan mata kesadaran diri dan cinta yang segar. Penerimaan dan cinta harus datang dari dalam.

Kamu tidak harus berbeda untuk menjadi layak. Nilaimu ada dalam sifat sejati dirimu sendiri, inti cinta dan kebaikan batin. Kamu adalah cahaya yang indah. Kamu adalah cinta. Kita bisa mengubur keindahan kita, tetapi tidak mungkin untuk dihancurkan.

Mencintai diri sendiri bukanlah peristiwa satu kali. Ini adalah proses tanpa akhir yang berkelanjutan.

Itu dimulai dengan merangkul dirimu dalam kasih sayang dan penghargaan kamu dengan caramu sendiri.

Bagaimana caranya merangkul hati kita sendir ? : berikut adalah tips dari heartenly

  1. Mulailah harimu dengan cinta (bukan teknologi).
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sangat berarti hadir di dunia ini sebelum bangun dari tempat tidur. Bernapas dalam cinta dan hembuskan cinta. Rangkullah dirimu dalam cahaya. Nikmati waktumu tanpa gedget tapi dengan rutinitas yg sangatkamu sukai
  2. Luangkan waktu untuk bermeditasi dan membuat jurnal.
    Luangkan waktu untuk fokus ke dalam setiap hari. Mulailah dengan meditasi lima menit dan jurnal lima menit setiap pagi. Tingkatkan waktu ini secara bertahap.
  3. Bicaralah sendiri dengan senang hati.
    Gunakan afirmasi untuk melatih pikiramu untuk menjadi lebih positif.
  4. jujurlah secara emosional.
    Lepaskan kebiasaan menekan perasaanmu sendiri. Belanja, makan, dan minum adalah contoh dari menekan perasaanmu, menghindari ketidaknyamanan, kesedihan, dan rasa sakit. Sadari perasaan dan emosimu sendiri.
  5. Perluas minat Anda.
    Mencoba sesuatu yang baru. Belajar sebuah bahasa. Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Lakukan hal-hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Kamu memiliki hak untuk hidup yang luar biasa.
  6. Nikmati aktivitas yang meningkatkan kehidupan.
    Temukan olahraga yang Anda sukai. Temukan makanan sehat yang baik untuk Anda. Matikan teknologi selama sehari dan habiskan waktu melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa hidup.
  7. Bersedia untuk menyerah.
    Tarik napas, rileks, dan lepaskan. Kita tidak akan pernah bisa menerka apa yang akan terjadi kedepannya. Berhentilah bertempur melawan diri sendiri dengan berpikir dan menginginkan seperti kehidupan orang lain atau coba orang lain yang berada di nasib ini .
Note : inspired by Joanna Platt Coaching 

LOVE MYSELF ; Self-Care is Not Selfish

SELF-CARE FILLS YOU UP SO THAT YOU CAN BE PRESENT FOR THE OTHER PEOPLE IN YOUR LIFE AND SO THAT YOU HAVE THE ENERGY TO MAKE THE TYPE OF IMPACT YOU WANT TO MAKE IN THE WORLD.” – Joanna Platt

Hai Sahabat Heartenly
Berbicara mengenai cinta tidak akan pernah bosan di telinga. Saya teringat tentang bagaimana Erich Fromm mengambarkan cinta sebagai sebuah Seni paling menakjubkan yang Tuhan hadirkan dalam diri manusia. Dalam The Art of Loving karya Erich Fromm seorang Psikoanalisis berkebangsaan Amerika, Bagi Fromm cinta adalah seni. Karena itu, cinta merupakan sesuatu yg dapat dipelajari. Cinta tidak hadir secara alamiah;Ia bukanlah sesuatu yang kita lakukan secara naluriah. Mencintai adalah keterampilan yang harus dipelajari dan dipraktekkan dlm kebiasaan sehari-hari secara aktif.
Banyak diantara kita telah tertanam suatu ide bahwa kita memiliki hak untuk dicintai oleh orang lain Imbasnya, kita memiliki kecenderungan untuk selalu menunggu, secara pasif, hadirnya orang lain untuk mencintai kita, dan selanjutnya kita merasa diperlakukan tidak adil ketika tidak ada orang lain yang mau perduli atas diri kita. Kebalikan dari itu, agar cinta senantiasa hadir, seseorang harus aktif bertindak; seseorang harus menunjukkan cintanya. Kata Erich Fromm, cinta memerlukan ikhtiar lebih banyak dari pada sekedar kepasifan kita.Oleh karena itu, implikasinya adalah bahwa, jika kita berharap untuk menerima cinta, maka kita sendiri harus terlebih dahulu memberikan cinta. Cinta bukanlah “Jalan satu arah”.

Selain itu, cinta itu aktif dan bukan pasif, maka cinta itu sejatinya memberi. Sampai pada titik ini cinta acapkali dipahami secara keliru.Banyak orang menafsirkan hal ini dengan memaknai cinta sebagai “berserah diri”, yaitu pengorbanan suci, atau keadaan yg terlepas dari sesuatu. Mereka acapkali juga merasa bahwa cinta merampas kebebasannya sebagai individu. Fromm mengatakan bahwa pemahaman seperti itu tidak benar, paling tidak untuk dua alasan:

Pertama, cinta tidak terbatas memberi dalam bentuk materi.
Kedua, menghargai diri sendiri dalam mencintai, cinta adalah memberi teruntuk orang yang kita cintai juga untuk diri kita sendiri yang berarti artinya bukan mengorbankan kebebasan kita sebagai individu. Catat ya !

Tipe cinta yang jauh lebih penting adalah cinta diri.kadang terasa aneh berbicara tentang cinta diri, Fromm justeru menunjukkan bahwa bukanlah ini masalahnya. Alasannya, pertama, kita harus membedakaan antara cinta diri dengan keegoisan diri. Keegoisan diri adalah satu bentuk egotisme yang tidak ada hubungannya dengan cinta. Bagi Fromm. orang yang mementingkan diri sendiri atau egois sebenarnya tidak mencintai dirinya sendiri sebab keegoisan diri memisahkan dirinya dari orang lain dan membuat dirinya menderita kesunyian dan kesendirian. Sebaliknya, seseorang yang di dalam dirinya penuh cinta lantaran mencintai semua orang berarti juga mencintai dirinya sendiri. Jika saya mencintai sesama sebagai sesuatu yang baik maka mencintai diri saya sendiri seharusnya juga menjadi hal yang baik.Gagasan semacam inilah yang terungkap di dalam Bible, “Cintailah sesama sebagaimana mencintai diri sendiri”. Ungkapan ini berimplikasi pada, cinta untuk diri sendiri tidak dapat dipisahkan dengan cinta pada orang lain

Sejauh ini orang bahkan mengatakan bahwa jika saya tidak dapat mencintai diri saya sendiri terlebih dahulu, maka saya tidak akan mampu mencintai orang lain. Jika saya tidak mencintai diri saya sendiri, yakni: jika saya tidak memiliki keyakinan dengan diri saya sendiri sebagai seseorang yang berharga untuk dicintai, maka saya akan selalu merasa gelisah dan terus akan menggantungkan hubungan saya dengan orang lain

Seni Cinta

Kebanyakan dari kita menjalani hidup dengan kekhawatiran terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kita berusaha untuk terlihat baik dan membuat orang lain berpikir positif tentang kita. Kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencoba menjadi seperti dan bertindak sesuai harapan orang lain, hal ini membuat kita menjadi resah karena setiap orang akan mengharapkan hal yang berbeda-beda dari kita. Di samping itu, apakah yang menjadi motivasi kita, ketika berusaha menjadi sesuai harapan orang lain? Apakah kita bertindak dengan ketulusan, ataukah hanya berusaha menyenangkan orang lain? Apakah kita hanya berpura-pura supaya orang lain akan memuji kita?
Kita dapat berpura-pura dan menciptakan citra diri, dan orang lain mungkin akan memercayai bahwa citra diri itu adalah diri kita yang sesungguhnya. Bagaimana pun juga, kepura-puraan tidak akan berarti dalam kehidupan kita karena kita harus hidup dengan diri sendiri. Kita akan menyadari saat melakukan kebohongan, walaupun orang lain mungkin memuji kita untuk citra yang kita ciptakan, hal ini akan membuat kita merasa tidak nyaman dengan diri sendiri. Di dalam hati kita tahu, kita sudah membohongi diri sendiri. Kita akan menjadi lebih bahagia ketika kita bersikap tulus dan nyaman menjadi diri sendiri.
Sama halnya dengan mencintai pasangan kita seharusnya bermula dari kita bisa mencintai diri kita sendiri. Simpelnya jika kamu ingin orang lain mencintaimu dengan tulus maka cintailah dirimu sendiri dengan tulus. Kamu menjalin hubungan dengan pasanganmu, berharap dia dapat mencintaimu sepenuh hati. Tapi tidak perduli apapun yang ia lakukan, sebesar apapun usahanya untuk menyayangi kamu, entah kenapa tidak pernah bisa membuatmu puas. Kamu nggak pengen dicintai dengan caranya dia, tapi kamu juga tidak tahu mau dicintai dengan cara apa. Lalu kamu menyalahkan pasangan karena dia tidak dapat membuat kamu bahagia.
Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri sama pentingnya dengan menjalin hubungan dengan orang lain. Bahkan mungkin jauh lebih penting lagi. Jadi, mulailah belajar mencintai diri sendiri.
Cinta adalah seni. Maka jika ingin menciptakan seni yang indah bukan tergantung pada penontonya. Tetapi sang pemain alat seninya harus mencintai karyanya sendiri maka orang lain akan jauh lebi besar mencintai karyanya pula.

Yuk Ta’aruf ! Jilid 2 – Jodohku –

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
Dan Jodoh adalah harmoni dari pilihan terbaikku dengan keputusan terakhir dariku
Karena pilihan tak ada yang sempurna, begitupun keputusan tak sepenuhnya terbaik

Hai sahabat, banyak sekali yang bertanya bagaimana caranya menjemput jodoh paling cepat atau bagaimana caranya menemukan pasangan yang tepat ?. Sebelum kita membahas tentang hal tersebut, bagi sahabat yang belum tahu tentang jodoh itu apa hehehee (biar hatimu adem kalau ada yang tanya mana jodohmu) yuk baca artikel kami sebelumnya tentang setapak takdir jodoh
Then, kita bahas yuk tentang serial jodoh selanjutnya. Yuk Taaruf !

Memang Urusan jodoh itu sering tak terduga. Yang disangka itu jodoh kita, eh…. malah pergi meninggalkan kita. Tapi justru yang tak diduga datang begitu saja. Setiap saya bertanya pada beberapa Sahabat yang sudah menikah, rata-rata mereka menjawab, “Gak nyangka, ternyata saya berjodoh dengan orang ini”. Ada yang baru kenal sebulan, seminggu, atau beberapa hari saja. Ada yang tak sengaja bertemu, namun berjodoh. Ada juga yang disengajakan untuk bertemu dan berjodoh. Beberapa kadang dipaksakan untuk berjodoh, walau tentu takdir-Nya yang akan menjawab.

Dalam Islam tidak ada kata yang spesifik menunjukkan jodoh tapi dalam Islam digunakan kata pasangan. Setiap manusia diciptakan berpasangan maksudnya laki-laki dan perempuan. Namun, diberikan kebebasan untuk memilih dan berikhtiar agar mendapat takdir yang terbaik.

Pertemuan adalah pilihan, Perpisahan adalah keputusan
seperti aku memilih bertemu denganmu diantara jutaan manusia
dan biarkan takdir yang memutuskan pernikahaan ataukah kematian yang menjadi akhir dari pertemuan ini.

Jodoh adalah masalah kecocokan jiwa Dan kesiapan untuk hidup bersama dalam suka dan duka Menerima kelebihannya, juga memaklumi kekurangannya Bukan titik yang menciptakan tinta, tapi tintalah yang menyebabkan titik. Bukan cinta yang membuat jadi cantik, tapi karena cintalah ia terlihat cantik Urusan jodoh itu sering tak terduga.

Pasangan itu akan hadir saat waktu yang tepat, tugas kita adalah memperbaiki diri agar mendapat pasangan yang terbaik. Jadi bukan masalah siapa jodoh saya atau kapan saya bertemu dengan jodoh saya tapi masalah mengapa saya bertemu jodoh saya dan bagaimana cara saya mendapatkan jodoh saya. Sehingga fokusnya adalah meluruskan niat bahwa apapun yang kita ikhtiarkan adalah dalam rangka ibadah kepada Allah dan pastikan bentuk ikhtiar kita tidak bertentangan dengan syariat Islam.

So, tinggal memilih, mau mendapatkan yang terbaik dengan memperbaiki kualitas diri atau mendapatkan ala kadarnya akibat ketidakseriusan kita. Sahabat pilih yang mana? Akan ada suatu masa kita mesti memilih dari beberapa pilihan untuk menjadi pasangan dalam kehidupan. Ia yang akan menua denganmu. Ia yang kau pilih menjadi belahan jiwamu. Ia yang akan menjadi patner hidupmu.

Maka, jangan kau pilih karena nafsu. Karena itu pasti semu. Kekayaan pasti sirna, kecantikan ada batasnya, kemahsyuran tak kan selamanya. Pilihlah karena taqwa, niscaya hidupmu akan mulia. Saat diuji kelapangan kau tak jumawa. Syukur senantiasa melingkari dada. Saat diuji kesulitan kau tak putus asa. Sabar senantiasa merasuk dalam jiwa.

ZONA “NYAMAN” RUANG BERNAFAS CINTAMU

Zona nyaman seseorang atau yang sering kita kenal sebagai personal space tak bisa dipungkiri merupakan kebutuhan psikologis yang dimiliki setiap orang. Apakah orang orang tidak merasa terganggu kalau ada orang yang memasuki ruang pribadinya ?. Personal space bukan hanya berlaku pada larangan membaca buku harian seorang sahabat atau memaksa pasangan untuk memberitahukan password ponselnya. Bukan pula berlaku untuk aturan mengetuk pintu sebelum masuk ruangan bos atau mencuri lihat file file dan dokumen rekan kerja.
Ada aturan tak tertulis yang sudah dipahami di negara barat mengenai zona nyaman. Misalnya di Amerika, jika seseorang ingin menyendiri, mereka akan pergi ke taman sepi duduk di bangku kosong agar orang lain merasa risi duduk di sebelahnya. Mungkin berbeda di setiap negara dan budaya. Di Indonesia, mayoritas orang akan lebih nyaman berada di lingkungan yang ramai, seakan merasa takut kalau sendirian.
Terlepas dari budaya atau negaranya, setiap orang seharusnya menghormati orang lain, termasuk menjaga jarak zona nyaman setiap pribadi dirinya sendiri maupun orang lain agar kenyamanan dirinya dan orang lain tak ada yang terganggu. Yang jadi pertanyaan adalah apakah dalam hubungan percintaan personal space masih diperlukan ?
Apakah sepasang suami-istri masih memiliki hak tentang zona nyamannya masing masing ?
Apakah menjaga jarak zona nyaman masing masing masih dibutuhkan dalam relasi percintaan?
Meski Anda dan pasangan sudah menikah, zona nyaman sangat penting dalam hubungan dan diperbolehkan. Zona nyaman tidak akan merusak hubungan Anda dan pasangan asalkan disepakati secara bersama-sama. Dengan adanya personal space yang telah disepakati satu sama lain tandanya
Anda menghormati dan menghargai batasan pribadi masing-masing. kita juga harus menyadari hakikat kita sebagai makhluk sosial, dimana kita hidup di dunia pasti membutuhkan manusia lain.Karena kita saling membutuhkan, maka kita pun harus saling menghormati satu sama lain. Kamu nggak punya hak apa-apa untuk membatasi zona nyaman orang lain. Yang kamu punya adalah kewajiban untuk menghormati orang lain.
Anda dan pasangan bisa saling berdiskusi kira-kira batasan seperti apa yang perlu dihormati satu sama lain. Dengan begitu, Anda dan pasangan akan sama-sama merasa aman, didukung, dan diterima. Namun, batasan privasi ini harus dibicarakan dan disepakati oleh kedua belah pihak tentunya.

Cinta Mars & Venus

Sebuah buku populer berjudul Men Are Fron Mars, Woman Are From Venus yang ditulis oleh Jhon Grey memberikan kita ilustrasi bagaimana uniknya komunikasi dua dunia yang berbeda. Buku Jhon banyak berisi berbagsi saran untuk meningkatkan hubungan antara pria dan wanita melalui pemahaman gaya komunikasi dan kebutuhan emosional lawan jenis.
Dalam berkomunikasi, Mars akan cenderung to the point dan umumya akan mendengarkan jika percakapan memang berbobot ada isinya. Tetapi sebaliknya venus berkomunikasi dengan sebuah nada, yang terdengar seperti dramatis ditelinga mars. Venus sangat senang mengungkapkan perasaan yang menjadikannya senang berbicara banyak. Katanya Mars senang kemampuannya diakui sedangkan venus jauh lebih senang ketika perasaaannya dihargai.
Intinya venus cewek tak pernah mementingkan kemampuan, sedangkan cowok tidak memetingkan sebuah perasaan. Mars suka bekerja sendiri, tidak suka menerima bantuan jika tidak diminta. Naluri mars cenderung mendorong dirinya mengurus diri sendiri dengan mandiri bahkan jika itu harus mengorbankan orang lain. Maka tak heran jika cowok sang penghuni mars asli mayoritasnya akan membenci melakukan hal hal yang dituntut, kritik, atau hal apapun yang merasa seolah seperti budak. Itulah naluri laki laki. Sedangkan venus, justru mengharapkan untuk selalu diperhatikan. Perempuan akan selalu senang jika seseorang ikut campur membantu hidupnya. Terlebih mayoritas venus akan selalu berharap orang yang dicintainya akan memperhatikan sertaikut campur dalam hidup venus tanpa diminta olehnya.
Uniknya komunikasi makhluk dari dua planet ini tak pernah berhenti. Meski berbeda asa dan cara tapi pada dasarnya keduanya saling membutuhkan. Itulah manusia, hanya egonya saja terlalu tinggi untuk mengakuinya. Mars akan selalu mencari venus ketika ia membutuhkan sebuah dukungan karena hanya venus yang bisa memberikan mars kepercayaan, penghargaan, kekaguman, dan kasih sayang.
Memang dibutuhkan kompromi dan perubahan dari kedua makhluk planet mars dan venus ini untuk mengerti satu sama lain. Venus yang bisa berbicara bahasa Mars , begitu pun sebaliknya adalah kode etik ideal dalam menjaga hubungan yang lebih baik. Bahkan hubungan Mars-Venus ini bisa bertahan serta akan menjadi hubungan cinta yang dewasa dan lebih harmonis.

C,Ms. 2011. Ms Complaint’s Therapy. Yogjakarta ; B first.

Undercover Setapak Takdir Jodoh

Jodoh, Satu kata yang takan pernah berhenti untuk diperbincangkan. Satu topik yang akan selalu menarik untuk dibahas sepanjang masa. Satu harapan yang sejagat manusia selalu didengungkan dalam doa setiap harinya. Jodoh,kedatangannya yang sangat di- nanti terutama bagi yang masih sendiri, mengundang begitu banyak tanya dalam hati, ka- pankah ia akan datang..?? Akan sesuaikah dengan keinginan pribadi dan harapan keluarga besar..??
Sebenarnya, Jodoh tak sebatas tentang cinta, Jodoh bukan hanya tentang pernikahan, Jodoh adalah takdir tuhan yg telah digariskan akan kamu dapatkan setelah jerih usaha. Bukannya perkara jodoh hanya Tuhan semata, namun ada gerak individu untuk meraihnya. Mendapatkan jodoh bukan karena cantik, kaya, miskin, tmpan, cantik, cacat, bedah keyakinan, budaya, berpendidikan tetapi persoalan tersebut misteri. Toh! Pada kenyataanya banyak orang memiliki pasangan yang cantik,kurang cantik, kaya, miskin dan lain-lain. Jodoh bukan karena identitas, jodoh adallah cocok-mencocokkan antara yang satu individu dengan yang lain. Walaupun sesungguhnya ada kuasa ilahi yang mengaturnya sebab setiap perkara kehidupan kita pasti ditentukan oleh sang penentu perkara. Namun, perlu juga diingat satu hal bahwa individu bisa menentukan jodohnya. Mungkin bahasanya yang sederhana menghadirkan jodohnya, menerima jodohnya, ikhlas dengan jodohnya. Lagi-lagi hal tersebut merupakan rahasia sang penentu jodoh.
Jodoh seperti rizqi, ia telah di- tentukan oleh Allah SWT, namun kita tidak tahu apa yang yang telah ditentukan olehNya, dengan berpegang pada hakekat itu, kita diperintahkannya untuk berusaha, carilah jodoh yang baik, rizqi yang baik dengan jalan yang baik pula. Siapa jodoh kita..?? Berapa ban- yak rizqi kita..?? Itu semua bukan wewenang kita, itu semua keten- tuan Allah yang sudah tertulis dan tersimpan rapi di Lauh Mahfudz, milik kita hanyalah usaha. Maka apa apa yg telah kau usahakan maka itulah jodohmu.
Sejatinya, Jodoh bermakna takdir baik yg telah kita usahakan maka sahabat yang kau kenal dan selalu bersamamu duka maupun suka selama ini adalah jodoh, pekerjaan yang dpt kau raih setelah berusaha melewati berbagai tes dan wawancara adalah jodohmu. Seseorang yg kau temui dijalan membantumu tatkala kendaraanmu mogok, ia adalah jodoh. Guru yang kau miliki mampu mengajarimu hingga kamu menjadi manusia yang berwibawa dengan ilmu adalah jodoh. Ya jodoh adalah takdir. Seluruh takdir baik yg Tuhan telah tuliskan untukmu dan ia akan hadir kehadapanmu bergantung pada bagaimana yg telah kau lakukan. Cobalah sejenak kita merenung, tak mungkin ada seseorang yang dengan senang hati tanpa pamrih dan ia tergerak hatinya membantu dirimu memperbaiki kendaraan disaat hiruk pikuknya dunia dan kesibukannya. Maka berarti diayang digerakan Hatinya untuk membantumu adalah takdir baik dari Tuhan untuk membantumu dan takdir ini hadir karena usahamu berbuat baik pada orang lain yg meski bukan padaorg yg sama.
Maka bagimu yang masih terjerat dengan kata “jodoh”, lapangkanlah perasaanmu, luaskanlah pandanganmu dan terbukalah hatimu untuk tak hanya memandang jodoh sebatas cinta dan pernikahan. Berbaik sangkalah pada waktu bahwa urutan takdir yang kau terima saat ini adalah jodoh pekerjaan terlebih dahulu sebelum pernikahan, jodoh sahabat perjalanan sebelum jodoh cinta, jodoh orang orang yang menyayangimu selayaknya saudara sebelum jodoh yang mencintaimu karena ibadah dunia dan akhirat. Bersyukurlah jodohmu yg telah kau miliki tersebut agar jodoh yg belum hadir lainnya akan Tuhan segerakan untukmu pula. Bukankah jika kita mensyukuri nikmat Nya maka akan Allah tambahkan berlipat lipat ?
Tetaplah berusaha dengan maksimal dan tentunya dengan tetap mentaati rambu-rambu yang telah ditetapkan pada jalan Allah SWT, banyak berdoa dan berusaha menjadi orang yang baik, karena laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan begitu juga sebaliknya itu janji Allah, sungguh indah bukan..!!